Ternyata, RSUD Sleman Dulunya Klinik Pabrik Gula

483
Sri Purnomo didampingi Direktur RSUD Sleman Joko Hastaryo meninjau klinik jantung dan pembuluh darah, salah satu dari 3 klinik baru selain orthopedi dan urologi disela-sela puncak peringatan HUT RSUD Sleman, Kamis (23/11/2017). (istimewa)

KORANBERNAS.ID—Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sleman, ternyata dulunya hanyalah sebuah klinik milik Pabrik Gula di Medari. Klinik ini, kemudian secara resmi dinyatakan sebagai Rumah Sakit pada bulan November tahun 1997 sebagai RS kelas D.

Hal ini diungkapkan Direktur RSUD Sleman Joko Hastaryo, pada Peringatan 40 Tahun RSUD Sleman. Puncak peringatan 40 RSUD Sleman tersebut telah dilaksanakan di Auditorium Lantai 5 Gedung Baru RSUD Sleman, Kamis (23/11/2017).

Joko Hastaryo menyampaikan bahwa RSUD yang lebih dikenal sebagai RS Murangan sudah hadir memberikan pelayanan kesehatan sejak sebelum kemerdekaan RI.

Seiring berjalannya waktu, pada tahun 1988  RSUD Sleman meningkat menjadi RS Kelas C dan menjadi RS Kelas B Non Pendidikan pada tahun 2003.

”Insya Allah dalam waktu tidak terlalu lama akan dilakukan visitasi untuk menjadi RS Kelas B pendidikan,” kata Joko, Jumat (24/11/2017).

Baca Juga :  Perajin Genteng Jangan Seperti Penjual Soto

Menurut Joko bahwa saat ini RSUD Sleman telah menempati gedung baru sejak diresmikan Gubernur DIY pada 17 Mei 2016 dengan kapasitas 237 tempat tidur mulai dari kelas 3 hingga VIP termasuk 8 tempat tidur Intensive Care Unit (ICU), Intensive Cardio Care Unit (ICCU), Pediatric Intensive Care Unit (PICU) dan 4 Neonatal Intensive Care Unit (NICU).

”Bahkan saat ini juga sudah mendekati selesai pembangunan ruang VVIP di Gedung Cempaka lantai 4 dan rencananya akan difungsikan di awala 2018,” katanya.

Joko menambahkan  RSUD Sleman juga memiliki 5 ruang operasi dengan teknologi canggih Modular Operating Theatre, 11 tempat tidur bersalin, serta 26 mesin Hemodialisis. Selain itu terdapat 12 poliklinik spesialis dengan 38 dokter spesialis yang diperkuat dengan 14 dokter umum, 247 tenaga paramedic keperawatan, 101 paramedis non keperawatan, serta tenaga medis sebanyak 126.

Baca Juga :  Alumni Sekolah Ini Profesor hingga Jenderal

”Dalam 3 tahun terakhir sejak diberlakukannya Jaminan Kesehatan Nasional, kunjungan pasien meningkat signifikan. Hal  ini tentu saja bukan karena kami bahagia banyak warga masyarakat yang sakit, namun meningkatnya kunjungan ini mengindikasikan kepercayaan masyarakat pada RSUD Sleman meningkat,” tambah Joko.

Sementara Bupati Sleman, Sri Purnomo menyampaikan bahwa usia 5 windu bukanlah waktu yang singkat. Berbagai upaya dan proses telah dilalui secara bersama oleh seluruh jajaran.

“Oleh karenanya saya berharap memasuki 5 windu RSUD Sleman ini dapat menjadi momentum untuk lebih mengeratkan dan mensolidkan seluruh jajaran RSUD Sleman dalam mengemban tugas dan tanggungjawab dimasa yang akan datang,” katanya.

Sri Purnomo juga mengajak seluruh jajaran untuk dapat meneruskan langkah dan prestasi yang telah berhasil ditorehkan dalam bidang kesehatan.(SM)