Teroris Bukan Islam

178

KORANBERNAS.ID — Maraknya kembali aksi teror di sejumlah daerah, termasuk di Yogyakarta sangat  disayangkan. Aksi yang sering mengatasnamakan agama tersebut seharusnya tidak dilakukan dengan alasan apapun.

Pendakwah Islam, Abdullah Gymnastiar atau dikenal dengan Aa Gym mengungkapkan, Islam merupaka agama yang Rahmatan Lil ‘alamin atau yang membawa keselamatan dan kesejahteraan bagi semua mahkluk dan seisi alam, tidak hanya umat Muslim. Karenanya aksi-aksi teror tidak semestinya terjadi, apalagi mengatasnamakan Islam.

“Teror jangan dihubungkan dengan Islam karena tidak ada ajaran Islam untuk melakukan teror,” papar Aa Gym disela Kajian Tauhid di Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Minggu (15/07/2018). Selain Aa Gym, hadir pula Ustadz Wijayanto.

Baca Juga :  Tak Ingin Ditinggal, Museum Cari Pengunjung ke Desa

Menurut Aa Gym, menjadi tugas semua umat Muslim untuk menjadi bukti indahnya Islam. Diantaranya dengan menyebarkan kebaikan ajaran agama ini kepada semuanya.

Sementara Rektor UAD, Kasiyarno mengungkapkan semua pihak, termasuk kampus perlu memiliki kewaspadaan akan radikalisme. Salah satunya dengan menyuarakan Islam secara benar, bukan sebaliknya melakukan aksi teror.

“Kampus punya sistem untuk mengantisipasi radikalisme dengan menerapkan aturan dan batasan,” tandasnya.

Selain aturan, lanjut Kasiyarno, UAD mengundang pemuka agama untuk memberikan pencerahan pada civitas akademika. Dengan demikian mereka memahami Islam secara benar dan memiliki keyakinan sesuai ajaran agama tersebut.

“Dengan mengundang Aa Gym dan Ustadz Wijayanto ini diharapkan bisa memberikan pemahaman Islam dalam rangka meningkatkan ketaatan pada Tuhan,” imbuhnya. (yve)

Baca Juga :  Mahasiswa UP 45 Kreatif, Daun dan Ranting pun Jadi Bahan Bakar Alternatif