Terorisme Mengoyak Rasa Kemanusiaan

120

KORANBERNAS.ID — Sidang Paripurna DPR RI di Senayan Jakarta, Jumat (18/05/2018), diwarnai interupsi, terkait dengan  persoalan terorisme di dalam negeri dan luar negeri.

Saat menginterupsi jalannya sidang, anggota Komisi I DPR RI sekaligus Sekretaris Fraksi PKS, Sukamta, menyatakan dalam waktu yang nyaris bersamaan terjadi dua bentuk teror.

“Kita menyaksikan dua bentuk terorisme kembali mengoyak rasa kemanusiaan kita. Yang pertama serentetan aksi teror yang terjadi di dalam negeri seperti di Surabaya,” kata dia.

Selaku pribadi sekaligus mewakili Fraksi PKS, Sukamta menyampaikan rasa duka cita yang sedalam-dalamnya kepada para korban dan keluarga yang ditinggalkan.

“Saya mengimbau segenap komponen bangsa Indonesia untuk menjadikan momen ini sebagai momentum bersatu padu bergandengan tangan mengokohkan NKRI dan melawan terorisme dengan segala bentuknya. Ini bukan waktu yang baik untuk saling menuding satu dengan yang lain sesama komponen yang anti dengan terorisme,” ujarnya.

Ketua Bidang Pembinaan dan Pengembangan Luar Negeri (BPPLN) DPP PKS ini juga menyebutkan terorisme yang kedua, yaitu terorisme yang dilakukan oleh sebuah negara yang memindahkan Kedubesnya dari Tel Aviv ke Yerusalem Palestina.

Hal ini jelas menentang opini dunia bahkan melawan resolusi-resolusi Dewan Keamanan PBB. Ini adalah bentuk terorisme terhadap Palestina yang sampai hari ini masih dijajah.

“Hari-hari ini kita juga melihat penembakan terhadap ratusan warga tidak bersenjata, tidak berdaya, di dalamnya ada wanita dan anak-anak. Ini adalah teror yang sesungguhnya, yang dilakukan oleh sebuah negara yang direstui oleh negara besar,” kata dia.

Penembakan ini sama sekali tidak bisa dibenarkan karena ditujukan untuk warga sipil yang tak bersenjata dan tak berdaya. “Kami mendesak pemerintah RI dan pimpinan DPR menyerukan kepada dunia internasional agar membuat badan investigasi independen atas pembunuhan ratusan orang yang terjadi di Palestina,” tandasnya.

Wakil rakyat dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini juga mendorong pemerintah Indonesia bersama segenap komponen bangsa bisa menyelesaikan terorisme di dalam negeri secepat-cepatnya dan semoga bangsa Indonesia juga mampu turut berpartisipasi secara signifikan agar persoalan terorisme terhadap Palestina bisa diselesaikan. (sol)