Tersangka Perampokan Tak Akui Perkosaan

312
Tim Inafis Polda DIY dibantu dengan tim Inafis Polres Bantul kembali melakukan olah TKP lanjutan, Senin (20/11) siang, untuk menambah barang bukti yang diperlukan. (Sari Wijaya/KoranBernas.id)

KORANBERNAS.ID – Pihak kepolisian berhasil menangkap tersagka AF warga Papua, Senin (20/11) dini hari di seputar Pasar Kranggan. Selanjutnya tersangka dibawa ke Mapolres Bantul dan kemudian ditetapkan sebagai pelaku pembunuhan dan perampokan sadis terhadap korban yang berusia 26 tahun itu.

Kapolres Bantul AKBP Imam Kabut Sariadi SIK kepada wartawan, Senin (20/11) siang, dalam jumpa pers di Mapolres Bantul menyebutkan tertangkapnya tersangka berusia 42 tahun itu berawal dari jejak yang ditinggalkannya saat melakukan perampokan di rumah korban.

Kapolres menambahkan kepada tersangka dijerat pasal 365 KUHP tentang curas dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun.

“Mengenai pemerkosaan yang bersangkutan tidak mengakui. Tetapi kita akan terus dalami kasus ini,” tambah Kapolres kepada sejumlah media.

Baca Juga :  Ada Kafe di Lingkungan Rutan

Sedangkan tersangka AF kepada wartawan mengaku, niatnya masuk ke rumah korban hanya untuk membersihkan diri.

“Saya cuma mau cuci badan saja,” katanya dengan ekspresi datar.

Sementara itu di tempat terpisah tim Inafis Polda DIY dipimpin Kompol Wayan selaku Kanit Jatanras bersama tim Inafis Bantul yang dipimpin Aiptu Nurwandi melakukan oleh TKP di kediaman korban.

Pemeriksaan dan olah TKP ini dilakukan untuk menambahkan bukti yang didapat serta untuk mencocokkan rumus sidik jari pelaku yang tertinggal di TKP.

Olah TKP juga dihadiri Ketua Komite Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas DIY Setia Adi P dan mendapat perhatian warga sekitar.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus ini terungkap saat kakak korban Eka Rinangsih (29) warga Sengon Madinan Desa Argomulyo datang ke rumah tersebut untuk mengajak Utami bepergian. Begitu tiba, Eka mendapati rumah dalam keadaan terkunci kecuali pintu depan.

Baca Juga :  Ada Wedang Uwuh di Resto Bondan Winarno

Kakak korban itu lantas masuk rumah lewat samping dan menuju kamar Utami , didapati korban dalam keadaan tidur telentang dengan posisi kepala di sisi timur dan tanpa pakaian di badannya. Setelah disapa tidak menyaut, kemudian dipegang badannya sudah dingin dan dicek Utami sudah meninggal dunia. (ros)