Tidak Ada Hujan, Air dari Gorong-gorong Meluap

211

KORAN BERNAS.ID – Ruas jalan Jatinom-Boyolali dan Jatinom-Penggung Ceper kembali banjir, Rabu (22/11/2017) sore hingga malam.

Penyebabnya karena air dari gorong-gorong di depan Kantor Kepala Desa Bonyokan Jatinom meluap, akibat tersumbat sampah. Padahal dari pagi hingga sore tidak ada hujan.

Informasi yang dihimpun dari warga sekitar, meluapnya air dari gorong-gorong depan Kantor Kepala Desa Bonyokan rutin terjadi setiap turun hujan. Namun kali ini cukup aneh karena tidak ada hujan tapi banjir.

“Banjir karena hujan sudah rutin. Tapi ini tidak ada hujan kok air dari gorong-gorong meluap,” kata Dwi warga Bonyokan.

Usut punya usut setelah dicek ke dalam gorong-gorong ternyata tumpukan sampah sangat banyak. Kondisi itu diperparah di dalam gorong-gorong ada jaringan telepon dan PDAM.

Baca Juga :  Catat, FJI Dukung Pemilu Damai

Sebenarnya masalah banjir di pertigaan Desa Bonyokan Jatinom telah dilaporkan warga ke DPU Klaten melalui UPTD DPU wilayah Jatinom namun belum juga ada upaya mengatasinya. Padahal genangan air itu mengganggu pengguna jalan yang melintasi kawasan tersebut.

Diperoleh informasi dari staf DPU UPTD Jatinom, banjir yang rutin terjadi di Bonyokan sudah dilaporkan ke DPU Klaten namun karena ruas Jalan Klaten-Jatinom-Boyolali merupakan jalan provinsi maka belum ada penanganan dari pihak Provinsi Jawa Tengah.

Gorong-gorong kawasan Jatinom mulai dari pertigaan Desa Bonyokan hingga Pasar Gabus ditata oleh Pemkab Klaten pada 2015.

Penataan dilakukan dengan memasang keramik di atas gorong-gorong dan menjadikannya trotoar untuk pejalan kaki. Belum genap setahun ditata, trotoar itu banyak yang rusak dan dijadikan warga sebagai tempat usaha seperti menggelar dagangan di atas trotoar dan buka bengkel di atas trotoar.

Baca Juga :  Rawat Proyek TMMD agar Awet

Fungsi trotoar yang semula untuk pejalan kaki beralih fungsi dan hanya dinikmati kalangan tertentu. Bahkan bak kontrol trotoar di depan Kantor Kepala Desa Bonyokan ikut rusak dan pecah karena sering banjir. (sol)