Tidak Ada Toleransi bagi Bangli yang “Ngeyel”

126
Masterplan NYIA (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo menegaskan, pihaknya tidak akan memberikan toleransi keberadaan bangunan liar (bangli) yang dibuat warga di selatan lokasi pembanguan New Yogyakarta International Airport (NYIA). Warga yang mendirikan bangunan tersebut harus segera mengosongkannya.

Bila perlu mereka harus membongkar bangunan sendiri. Sebab bangli itu jelas melanggar UU Nomor 27 Tahun 2007 Tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil.

“Saya sudah mendatangi pemilik bangunan itu satu persatu. Sudah saya jelaskan masalah pelanggaran yang dilakukan. Juga saya jelaskan kedepan lokasi itu akan untuk apa fungsinya,” ujar Hasto di Wates, Kamis (12/10/2017).

Hasto membenarkan, pihaknya sudah mendapat surat dari PT Angkasa Pura, yang intinya keberatan dengan adanya bangunan liar tersebut. Dirinya sudah mengkoordinasikan dengan Sat Pol PP serta dengan jajaran Polres Kulonprogo.

Baca Juga :  Rela Antre Demi Skrining Glaukoma Gratis

“Saya baru berkoordinasi dengan Satpol PP. Saya akan buat tindakan khusus untuk penertiban, kami laksanakan setelah bulan Suro atau akhir Oktober, sekitar dua minggu lagi,” kata Hasto.

Namun dia tidak merinci tindakan apa yang akan dilakukan tersebut.

“Besok dua minggu lagi saja ya. Ditanyakan sama saya” ujarnya.

Hasto dalam hal ini menegaskan tak mau tahu nilai dana yang telah digelontorkan pemilik bangunan untuk mendirikannya. Pemkab juga tak mau memberi ganti rugi kepada pemilik bangunan.

“Tidak ada bicara ganti rugi karena di sana dibangun melanggar undang-undang tentang lingkungan. Yang melanggar tentu saja bisa dibawa ke ranah hukum. Undang undang lingkungan hidup pidananya cukup berat,” kata dia.

Bangunan liar yang kebanyakan berupa penginapan itu muncul sejak awal tahun ini setelah sejumlah penginapan di Glagah terdampak pembangunan bandara dan diratakan. Kebanyakan bangunan tersebut didirikan oleh warga terdampak pembangunan bandara.

Baca Juga :  Gunungkidul Jadi Inspirasi Pengembangan Olahraga di Indonesia

Mereka memanfaatkan lahan Paku Alam Ground (PAG) yang ada di petak antara pos jaga Polair Glagah hingga mendekati joglo labuhan di sisi barat kawasan wisata tersebut.

Project Manager Pembangunan New Yogyakarta Internatinal Airport (NYIA) PT AP I, Sujiastono menyatakan, bangunan liar di selatan lokasi bandara akan mengganggu operasional bandara.

Di sebelah selatan landasan pacu akan dibuat barier. Dilahan tanah PAG tersebut akan ada barier. Diantaranya berupa tanaman penahan angin dan pasir.

“Kami sudah melakukan koordinasi dengan Pemkab Kulonprogo, dengan Provinsi serta dengan KGPAA Paku Alam,” ujar Sujiastono.(yve)