Tidak Bisa Jalan, Dapat Kursi Roda

317
Mbah Paiyo dapat bantuan kursi roda dari Bhabin Desa Terong, Aipda Gangsal Wirajati, Senin (4/9/2017) malam. (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Wajah Mbah Paiyo (64) berbinar saat menerima kunjungan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Desa Terong,Kec Dlingo, Aipda Gangsal Wirajati, Senin (4/9/2017) malam. Kedatangan Aipda Gangsal dalam rangka ‘ngaruhke’ bantuan kursi roda yang difasilitasi dirinya dari seorang donatur Sunarno asal Giwangan.

“Sebagai Bhabinkamtibmas saya setiap hari, pagi,sore, siang malam bersama masyarakat. Saya mendata apa yang menjadi permasalahan mereka, termasuk mereka yang mengalami stroke ataupun tidak bisa berjalan,” kata Gangsal kepada koranbernas.id di lokasi.

Setidaknya hingga saat ini, sudah ada empat kursi roda yang diperbantukan bagi warga yang mengalami permasalahan dan kakinya tidak berfungsi dengan baik.

“Saya sebagai Bhabin melakukan kegiatan ‘provokator’ untuk hal yang bersifat baik. Saya fasilitasi dan berfungsi sebagai jembatan perantara antara mereka yang berpunya dengan yang membutuhkan,” katanya.

Selain program kursi roda, tentu banyak lagi program lain yang sudah dipersiapkan oleh Aipda Gangsal untuk kepentingan secara lebih luas.

Sementara Mbah Paiyo didampingi istrinya Tumilah mengatakan menderita stroke sejak 1,5 bulan silam. Awal kejadian saat pria yang bekerja sebagai pedagang pisang tersebut terjatuh dari tempat tidur.

“Setelah itu tahu-tahu tangan saya dan juga bagian tubuh sebelah kiri tidak bisa digerakkan,’”katanya.

Praktis hari-harinya banyak dihabiskan di atas tempat tidur dan tidak bisa berjalan-jalan lagi seperti sebelumnya. Maka ketika mendapat bantuan kursi roda dari Bhabin di desanya, Paiyo mengaku bersyukur dan berbahagia. Karena kini bisa menggunakan kursi roda buat beraktifitas.

“Alhamdulillah maturnuwun, kulo saged ngangge kursi roda niki,”katanya.

Ngadiman, anaknya menambahkan setelah mendapat kursi roda tersebut, bapaknya akan bisa menikmati udara di luar rumah dengan lebih mudah. Sebelumnya untuk segala keperluan, digendong anak-anaknya secara bergantian.

“Saya sangat senang dengan bantuan ini. Terima kasih pak Gangsal dan juga donatur yang membantu,’katanya. (yve)