Tidak Hanya Ambil Air Tapi juga Tanam Pohon

287
Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI didampingi Direktur Utama PDAM Sleman Dwi Nurwata SE MM menanam pohon di lereng Merapi. (bid jalasutra/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Gerakan penghijauan di Lereng Merapi terus digalakkan. Giliran PDAM Sleman mengadakan kegiatan penanaman 1.000 pohon, Jumat (17/11/2017), di Dusun Plunyon Desa Umbulharjo Cangkringan.

Hadir Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSi, Dewan Pengawas PDAM, Assek III,  Asiter Kodim Sleman, Kepala Dinas dan Instansi di lingkungan Pemkab Sleman serta karyawan PDAM. Kegiatan ini juga memperoleh dukungan dari Kodim 0732 Sleman yang mengerahkan satu pleton SST.

Direktur Utama PDAM Sleman, Dwi Nurwanta SE MM,  menyampaikan kegiatan ini merupakan puncak rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-25  PDAM Sleman.

Sejumlah 1.000 pohon ditanam di lingkungan lereng Merapi. Jenis tanaman disesuaikan endemik Taman Nasional Gunung Merapi. Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga kelestarian alam dan menjaga ketersediaan sumber air di lereng Merapi.

Bupati Sleman Sri Purnomo secara simbolis menanam pohon puspa didampingi Direktur Utama PDAM Sleman, Dewan Pengawas PDAM serta pejabat lainnya.

Dilanjutkan Direktur Utama PDAM Sleman, Tim Penggerak PKK Sleman dan pejabat lain serta dilakukan serempak oleh karyawan karyawati PDAM Sleman, Jajaran TNI dari KODIM 0732 Sleman serta masyarakat sekitar lereng Merapi.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi, Ir Ari Nurwanti, menyampaikan sampai 2019 ada sekitar 450 hektar lahan di lereng Merapi yang perlu dihijaukan kembali, akibat terkena Erupsi Merapi 2010.

“Saat ini baru mencapai 90 hektar, masih perlu upaya dan partisipasi semua pihak untuk mengembalikan lereng Merapi agar pulih kembali,” kata dia.

Tiga upaya

Ada tiga upaya perlu dilakukan yakni restorasi, rehabilitasi dan suksesi.  Artinya, tanaman tumbuh kembali dengan sendirinya dan dibiarkan saja.

Contohnya, tanaman akasia debora. Biji tanaman ini tahan terhadap awan panas. Begitu awan panas selesai kena hujan bisa tumbuh dengan sendirinya.

Sri Purnomo  menyambut gembira upaya penanaman 1.000 pohon yang dilakukan PDAM Sleman, karena merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap kelestarian lingkungan dan sumber air.

“Tidak hanya mengambil air saja namun juga berupaya agar sumber air dapat tersedia dengan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan ini sangat mendukung upaya Pemkab Sleman memelihara kelestarian lingkungan dan menciptakan Sleman yang sejuk dan hijau.

Penanaman pohon  ini merupakan salah satu momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kelestarian lingkungan untuk kemaslahatan seluruh makhluk hidup di bumi ini.

Sri Purnomo juga berpesan, masyarakat sekitar lereng Merapi harus ikut menjaga agar pohon yang ditanam dipastikan dapat hidup.

“Tanpa pemiliharaan yang  baik, maka pohon yang kita tanam tidak akan dapat tumbuh dengan optimal,” kata dia. (sol)