“Tidak Ngamen, Tahu-tahu Ketuk Pintu Mobil Minta Jatah”

1010
Petugas dari Polsek Sedayu mendata anak punk yang terkena razia di seputaran perempatan Pedes, Rabu (03/01/2018). (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID —  Jajaran kepolisian Sektor (Polsek) Sedayu dipimpin Kapolsek Kompol Sugiarta Amd dan Panit 1 Bhinmas Iptu Agus Supraja SH melakukan razia terhadap anak punk yang biasa beroperasi di perempatan Pedes dan penggal jalan lain di Sedayu.

Dalam razia tersebut berhasil diamankan 5 orang anak punk, satu di antaranya  perempuan. Setelah didata dan dilakukan pembinaan, kelimanya diserahkan ke Kasi Trantib Kecamatan Sedayu, Sumardi SIP, selanjutnya dibawa ke Kantor Satpol PP Bantul. Turut diamankan juga Barang Bukti (BB) seperti uang hasil mengamen, kencrung, sabuk, gelang besi gambar tengkorak, HP serta korek.

Dari pantauan koranbernas.id diketahui salah seorang dari anak punk yang tertangkap pernah terkena razia yang sama beberapa bulan sebelumnya.

Kala itu bersama belasan temannya, anak punk  penuh tattoo tersebut sudah menandatangani surat pernyataan tidak akan lagi beroperasi di wilayah Sedayu ataupun mengganggu ketenteraman warga.

Barang bukti yang berhasil diamankan dari anak punk yang dirazia Polsek Sedayu. (sari wijaya/koranbernas.id)

Bahkan oleh pihak kepolisian, anak tersebut sudah dikembalikan ke daerah asalnya di Jawa Tengah, namun ternyata kini tertangkap lagi.

“Kita lakukan razia lagi, setelah kita melakukan penyelidikan dan juga berdasar informasi masyarakat mereka merasa ketakutan dengan kehadiran anak-anak punk tersebut,” kata  Kapolsek didampingi Iptu Agus.

Biasanya kelompok punk mengamen di perempatan Pedes dan juga di titik keramaian lain. Tidak hanya siang, namun saat malam hari mereka tetap mengamen bahkan tidur di sekitar lokasi. Akibatnya banyak warga yang merasa ketakutan ketika melintas di perempatan Pedes.

“Untuk itulah guna menciptakan kenyamanan, anak punk ini kita amankan dan telah dibawa ke Kantor Satpol PP agar bisa ditindaklanjuti,” katanya.

Sebelum diserahkan kelima anak punk tersebut sempat menikmati makan siang yang disediakan petugas. “Saya sudah memberikan peringatan keras kepada  mereka agar tidak beroperasi kembali  di wilayah Sedayu. Jika tertangkap lagi akan kita proses,” tegas perwira asli Kuloprogo tersebut.

Selama ini masyarakat merasa risih. “Saya sering melintas di jalan ini dan melihat mereka beroperasi. Kadang tidak ngemis tidak ngamen juga, tahu-tahu ketuk-ketuk pintu mobil minta jatah,” ungkapnya.

Hal seperti ini membuat kondisi tidak nyaman bagi pengguna jalan yang melintas. “Hari ini saya  perintahkan Sabhara untuk melakukan razia, dan Bhinmas juga melakukan pembinaan. Kami memang mengambil tindakan tegas sudah kesepakatan dengan Muspika Sedayu. Juga sesuai arahan dari Kapolres untuk menindak tegas,” tegas kapolsek. (sol)