Tidak Perlu Impor Artis, Jogja Gudangnya

1071
Konferensi Pers Konser Akbar Undian Tabungan Sutera Bank BPD DIY tahun 2017, Kamis (05/10/2017) di The Alana Convention Center. (solahudin alwi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Ada pernyataan menarik dilontarkan Direktur Utama (Dirut) Bank BPD DIY, Bambang Setiawan, sekaligus perlu dijadikan bahan renungan oleh semua pihak.

Tatkala memberikan keterangan pada Konferensi Pers Konser Akbar Undian Tabungan Sutera Bank BPD DIY tahun 2017, Kamis (05/10/2017) di The Alana Convention Center, dia mengatakan sebenarnya DIY tidak perlu mengimpor, dalam tanda kutip, artis-artis dari luar negeri.

“Kita tidak perlu impor artis, Jogja itu gudangnya artis,” ungkapnya didampingi jajarannya antara lain Pimpinan Cabang Wates Christina Hariarsi dan Pimpinan Cabang  Wonosari Plati Soulistyanti dan Erna Wukiratun dari Divisi Trisuri.

Sesuai tagline Kita Berkembang Bersama, semangat inilah yang coba terus digaungkan, sebab bagaimana pun kehadiran artis lokal justru lebih mengena dan masuk di hati masyarakat DIY dibanding artis mancanegara.

Konser yang dikemas dengan tajuk Hujan Hadiah Tabungan Sutera dan Sutera Emas Bank BPD DIY ini digeber di dua lokasi.

Baca Juga :  Persija vs PSIS Rusuh, 15 Suporter Jadi Korban

Pertama, pada 14 Oktober 2017 di Alun-alun Wates Kulonprogo. Acara ini akan dimeriahkan penampilan artis ibukota Ayu Ting-Ting serta grup musik hip hop dangdut asal Imogiri Bantul, NDX Aka Familia.

Konser kedua pada 23 Oktober 2017 di Alun-alun Wonosari Gunungkidul akan dimeriahkan penampilan biduan dangdut nasional, Via Valen.

Menurut Bambang, kiprah artis DIY sudah tidak perlu diragukan lagi. Sebut saja NDX Aka yang sangat fenomenal mengusung konsep musik barunya.

Seperti diketahui, NDX Aka Familia memiliki jutaan penggemar terutama anak-anak muda, bahkan sewaktu tampil di Candi Prambanan beberapa waktu lalu grup ini berhasil menguasai panggung musik jazz.

Lagu-lagu  berlirik bahasa Jawa campuran seperti Tewas Tertimbun Masa Lalu, Kimcil Kepolen, Kelingan Mantan, Ati Dudu Kos-kosan, sangat akrab di telinga penggemarnya.

Kenapa digelar di Gunungkidul dan Kulonprogo? Bambang Setiawan mengatakan selain untuk menghibur masyarakat, acara ini juga dimaksudkan agar Bank BPD DIY lebih dekat lagi dengan masyarakat. “Bank BPD DIY adalah milik Pemerintah DIY dan masyarakat DIY,” kata dia.

Baca Juga :  Prioritaskan Anggaran untuk Kurangi Kemiskinan

Yang pasti, program undian berhadiah untuk nasabah ini merupakan bentuk apresiasi Bank BPD DIY kepada masyarakat sekaligus sebagai upaya menarik minat masyarakat untuk menabung di bank yang berkantor pusat di Jalan Tentara Pelajar 7 Yogyakarta tersebut.

Program undian tabungan Sutera dan Sutera Emas dibagi dua periode. Periode I merupakan undian lokal berlangsung dua putaran. Untuk undian lokal disiapkan berbagai hadiah menarik bagi nasabah yang beruntung.

Yaitu, 8 unit mobil, sepeda motor sejumlah 97 unit, 66 lemari es, 66 mesin cuci dan 66 unit televisi, total hadiah 303 unit.

Sedangkan hadiah Undian Periode II atau undian regional berupa satu unit mobil mewah, 5 sepeda motor, 10 lemari es, 10 mesin cuci dan 10 unit televisi. (sol)