Tidak Sakit Pun, Warga ke Dokter

255
Hubertus Unggulian

KORANBERNAS.ID–Pelayanan kesehatan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) atau Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS ) Kesehatan di Kabupaten Kebumen, Purworejo dan Wonosobo dalam 3 tahun terakhir ini meningkat.  Tetapi hal ini tidak berkorelasi dengan meningkatnya angka  kesakitan penduduk. Percaya diri peserta BPJS Kesehatan salah satu  faktor meningkatnya pelayanan  peserta JKN.

“Dengan menjadi peserta JKN/ KIS, peserta makin percaya diri, tidak takut dengan biaya pelayanan kesehatan,“ kata Kepala Bidang Penjaminan  Manfaat Primer pada  BPJS Cabang Kebumen  Hubertus Unggulian kepada wartawan, Selasa (22/08/2017).

Didampingi Kepala  Bidang Sumber Daya Manusia Umum dan  Komunikasi Publik Wilis  Harjuni, Hubertus    menyebutkan,  makin merata dan mudahnya  tempat pelayanan peserta JKN/KIS, faktor lain peningkatan pelayanan.

Di tiga kabupaten itu, menurut Hubertus, ada 246 Fasilitas  Kesehatan Tingkat  Pertama (FKTP) yang bisa dimanfaatkan 1.882.674 orang peserta JKN/KIS . Pemerataan FKTP dan FKT lanjutan, sehingga peserta JKN lebih mudah untuk mendapatkan pelayanan.  Kemudahan untuk mendapatkan pelayanan faktor meningkatnya jumlah pelayanan kesehatan.

Baca Juga :  800 ASN Siap Sharing Integritas Di Lingkungan Kerja

“Program JKN menjadi manusia  lebih produktif dan mencegah kemiskinan baru,“ kata Hubertus.

Data pelayanan kesehatan yang bersumber dari FKTP dan FKP lanjutan di 3 kabupaten  itu, menunjukan peningkatan jumlah pelayanan.  Tahun 2016,  jumlah pelayanan mencapai 1.695.325 orang. Sedangkan di semester satu Tahun 2017 saja, sudah mencapai  1.331,638 orang. Sehingga diyakini hingga akhir 2017, jumlah peserta baru akan jauh lebih tinggi.

Meningkatnya jumlah pelayanan, tidak berbanding sama dengan meningkatnya angka kesakitan penduduk. Ada pelayanan kunjungan sehat di FKTP. Peserta bisa konsultasi masalah kesehatan, misalnya kesehatan ibu hamil, keluarga berencana dan sebagainya.

“Dulu sebelum menjadi peserta JKN/KIS, sakit serius saja kadang tidak ke dokter. Sekarang hanya sakit batuk warga pergi ke dokter atau puskesmas. Bahkan tidak sakit saja juga ke dokter sekalipun hanya untuk konsultasi,” kata Wilis Harjuni.

Baca Juga :  Gotong Royong Mulai Luntur

Menurut Hubertus Unggulian dan  Wilis Harjuni, jumlah penduduk Kebumen, Wonosobo, dan Purworejo mencapai 2.964.097 orang. Namun jumlah peserta JKN baru 1.882.674 orang atau hampir 64 persen. Target pemerintah per 1 Januari 2019, terwujudnya Universal Health Coverage/ jaminan kesehatan untuk semua penduduk, masih memerlukan upaya keras.

Kemudahan untuk menjadi peserta BPJS Kesehatan dengan menggandeng banyak pihak salah satu upaya BPJS Kesehatan meningkatkan jumlah  peserta BPJS. Pendaftaran dengan online, telepon dan layanan mobile di daerah pelosok .

Mindset, sakit dulu baru jadi peserta BPJS, perlu diubah,“  kata Hubertus.  (Nanang W Hartono/SM)