Tiga Draft Dapil Pemilu Disusun, Mana Saja?

199
KPU Bantul menggelar jumpa pers terkait usulan tiga draft Daerah Pemilihan (Dapil) di kantor KPU Bantul, Selasa (06/02/2018). (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Saat ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul menyusun tiga draft Daerah Pemilihan (Dapil) untuk keperluan Pemilu Legislatif (Pileg) 2019.

Tiga draft ini disusun dengan memperhatikan tujuh prinsip  sebagaimana diatur dalam Peraturan KPU (PKPU) RI nomor 16/2017 dan UU Nomor7 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Pemilu.

Tujuh prinsip tersebut adalah kesetaraan suara, taat pada sistem pemilu yang proporsional, proporsionalitas, coterminus (linier dengan Dapil DIY), kohesivitas, integrasi wilayah (tidak ada kecamatan yang terputus) serta berkesinambungan.

“Dari tujuh prinsip itulah kemudian kita membuat tiga draft. Saat penyusunan Dapil kami mengundang beberapa stakeholder terkait, Ormas ,LSM dan OPD terkait. Juga secara khusus dengan parpol serta dilakukan diskusi internal,” kata M Johan Komara, Ketua KPU Bantul dalam jumpa pers di kantornya, Selasa (06/02/2018).

Selanjutnya tiga draft tersebut diuji publik pada Kamis (08/02/2018) di Hotel Grand Dafam dan akan dihadiri pihak-pihak terkait, termasuk berbagai elemen masyarakat.

Hasil dari masukan tersebut, termasuk usulan dari masyarakat selanjutnya dilampirkan untuk dikirim ke KPU RI. “Sebelumnya kita menggelar rapat pleno,” katanya.

Baca Juga :  Tipe-X Goyang Owabong

Nantinya KPU RI yang akan memutuskan Dapil mana yang akan dipakai. Maksimal, menurut Johan, penetapan Dapil adalah tanggal 5 April mendatang.

Sementara Arif Widayanto, Divisi Teknis KPU Bantul mengatakan KPU Bantul kewenangannya sebatas mengajukan draft Dapil tersebut ke KPU pusat. KPU  pusat yang akan menentukan Dapil mana yang digunakan.

“Tiga draft yang kami susun tersebut sudah bisa diakses karena kami publish lewat website milik KPU juga,” katanya. Tiga draft tadi berdasar jumlah penduduk 931.356  orang di rentang antara 500.000 hingga 1 juta.

Alokasi  kursi DPRD Bantul tetap sama dengan Pileg 5 tahun lalu yakni 45 kursi. Yang berbeda, keterwakilan dari masing-masing kursi yang nilainya meningkat.

Jika pemilu 2014 nilainya  18.500 untuk satu kursi, sekarang bilangan pembagi penduduk 20.696 penduduk untuk estimasi satu kursi. Jumlah draft Dapilnya adalah 6 atau jumlah maksimal sesuai dengan PKPU RI.

Draft pertama Dapil 1 Banguntapan-Piyungan (8 kursi), Dapil 2 Pleret, Imogiri, Dlingo (7 kursi), Dapil 3 meliputi Kecamatan Kretek, Pundong, Bambanglipuro dan Jetis (8 kursi), Dapil 4 Sanden, Srandakan, Pajangan, Pandak (7 kursi), Dapil V Kecamatan Bantul, Sewon (8 kursi) dan Dapil VI Sedayu, Kasihan sebanyak 7 kursi. “Draft ini sama persis dengan Pileg lima tahun lalu,” katanya.

Baca Juga :  Saat Ini Kejari Bukan Lagi Momok bagi ASN

Draft kedua Dapil 1 Banguntapan, Pleret (8 kursi), Dapil 2 Imogiri, Piyungan (7 kursi), Dapil 3 Kretek, Pundong, Bambanglipuro, Jetis (8 kursi), Dapil 4 Sanden, Srandakan, Pajangan, Pandak (7 kursi), Dapil V Kecamatan Bantul, Sewon (8 kursi) dan Dapil VI Kecamatan Sedayu, Kasihan (7 kursi).

“Draft ini empat sama dengan format lima tahun lalu dan dua format dapil baru,” katanya.

Sedangkan draft ketiga Dapil 1 Banguntapan, Piyungan (8 kursi), Dapil 2 Pleret, Imogiri, Dlingo (7 kursi), Dapil 3 Kretek, Pundong, Bambanglipuro, Jetis (8 kursi), Dapil 4  Sanden, Srandakan, Pandak (6 kursi), Dapil 5  Kecamatan Pajangan, Bantul, Sedayu (7 kursi) serta Dapil 6 Sewon, Kasihan (9 kursi).

“Untuk draft ketiga ini tiga dapil sama dengan Pileg 2014 dan tiga dapil susunan baru,” katanya. (sol)