Tiga Kampus Ini Berkolaborasi Demi Berikan Donasi

103
Konser Amal Internasional di Auditorium USD, Minggu (04/03/2018) malam. (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Berbagai cara bisa ditempuh untuk mencari donasi. Salah satunya berkolaborasi antarkampus dalam konser charity atau amal.

Hal ini pula yang dilakukan Universitas Sanata Dharma (USD), Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta dan Elisabeth University of Music, Jepang. Ketiga kampus tersebut menggelar Konser Amal Internasional di Auditorium USD, Minggu (04/03/2018) malam.

Konser tersebut sebagai salah satu upaya mencari beasiswa bagi mahasiswa berprestasi. Selain itu untuk membangkitkan kepedulian semua pihak memberikan beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu secara ekonomi. Sehingga kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia melalui pendidikan bisa terus meningkat.

Paduan suara mahasiswa Cantus Firmus dari USD mengawali konser dengan menampilkan lima lagu, termasuk lagu Mengejar Matahari yang dipopulerkan Ari Lasso. Sebanyak 30 orang mahasiswa itu juga menyajikan lagu daerah Papua Yamko rambe Yamko.

Disusul penampilan mahasiswa magister Elisabeth University of Music, Jepang. Nami Ouchi pada piano, Miyeong Pak peniup flute, dan Siwat Limsuwan pada gitar yang membawakan enam repertoar klasik. Diawali dengan permainan piano Ouchi yang membawakan Improvisasi no 15 Hommage a Edith Piaf dari komponis F Poulenc, disusul dengan Faschingsschwank aus Wien, Phantasiebilder op 26, 1 Allegro dari komponis D Schumann.

Baca Juga :  Perempuan Wajib Miliki Keterampilan Hidup

“Konser ini menjadi salah satu program untuk kesadaran, memberikan dukungan, dan mengembangkan kolaborasi antar berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia,” papar Rektor USD Johanes Eka Priyatma MSc PhD disela acara.

Kolaborasi itu penting karena pemerintah dan USD belum mampu memberikan beasiswa bagi semua mahasiswa. Untuk itu keterlibatan berbagai pihak sangat dibutuhkan.

USD melalui kantor kesejahteraan siswa, Lembaga Kesejahteraan Mahasiswa (LKM) berupaya mengumpulkan dana dan mengelola beasiswa. Dengan dukungan berbagai mitra, LKM saat ini telah mampu memberikan beasiswa dalam berbagai skema untuk sekitar 800 siswa.

“Diharapkan konser ini dapat mengetuk kepedulian bagi mahasiswa kurang mampu. Karena masih ada lebih dari seribu siswa yang permohonan beasiswa ditolak,” tandasnya.

Baca Juga :  Perusahaan Besar-UMKM Didorong Perkuat Kemitraan
Konser Amal Internasional di Auditorium USD, Minggu (04/03/2018) malam. (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

Konser amal ini dibuka dengan paduan suara mahasiswa Cantus Firmus. Paduan suara mahasiswa USD ini membawakan lima lagu, termasuk lagu Mengejar Matahari yang dipopulerkan Ari Lasso. Paduan suara beranggotakan 30 orang mahasiswa itu juga menyajikan lagu daerah Papua Yamko rambe Yamko.

Selanjutnya tampil pula mahasiswa magister Elisabeth University of Music, Jepang. Mereka adalah Nami Ouchi pada piano, Miyeong Pak peniup flute, dan Siwat Limsuwan pada gitar. Ketiganya membawakan enam repertoar klasik. Diawali dengan permainan piano Ouchi yang membawakan Improvisasi no 15 Hommage a Edith Piaf dari komponis F Poulenc, disusul dengan Faschingsschwank aus Wien, Phantasiebilder op 26, 1 Allegro dari komponis D Schumann.

Penampilan terakhir Studsy Band yang beranggotakan 81 orang mahasiswa ISI Yogyakarta dengan konduktor I Gusti Ngurah Wiryawan Budhiana. Para mahasiswa itu menyajikan lima repertoar, diantaranya Final Fantasy VII Original Soundtrack karya Nobuo Uematsu yang diaransir oleh Arnol Morrison dan Call of Heroes karya Michael Geisler.(yve)