Tiga Kampus Jogja Terancam Ditutup

2849

KORANBERNAS.ID — Tiga kampus di Yogyakarta pada tahun ajaran baru ini terancam akan ditutup atau merger. Ketiga kampus yang berbentuk akademi yang memiliki program studi (prodi) di bidang pertanian, peternakan dan perikanan harus secepatnya memperbaiki diri bila tidak ingin ditutup.

“Semua yang ingin menjalankan perkuliahan harus memenuhi kriteria. Namun tiga kampus yang kecil-kecil ini tidak bisa karenanya harus segera memperbaiki diri, kalau tidak ya tutup atau merger,” ungkap Bambang Supriyadi, Koordinator Kopertis Wilayah V DIY di sela penutupan Kegiatan Pengenalan Kampus (KPK) Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo (Stipram) Yogyakarta di Kampus Terpadu Stipram, Ringroad Timur, Modalan, Banguntapan, Bantul, Sabtu (12/08/2017).

Menurut Bambang, Kopertis memberikan dua pilihan merger bila kampus tak ingin ditutup. Bila sama-sama kampus kecil yang tidak memiliki infrastruktur, sumber daya manusia (SDM) yang mencukupi dan mahasiswa yang minim, maka ketiganya bisa merger. Yayasan masing-masing kampus bisa bekerjasama dalam mengembangkan ketiganya.

Pilihan kedua adalah diakuisisi oleh kampus-kampus besar. Dengan demikian proses pendidikan bisa terus berlanjut dengan manajemen yang lebih baik.

“Kami akan membantu meminta ijin ke kementerian (kemenristekdikti-red) untuk mempercepat ijin merger atau akuisisi,” tandasnya.

Bambang menambahkan, secara umum jumlah mahasiswa baru (maba) di kampus-kampus wilayah Kopertis V sudah mencapai kuotanya. Berdasarkan laporan yang diterimanya, saat ini sudah banyak kampus yang menutup pendaftaran maba karena sudah memenuhi kursi yang disediakan di masing-masing prodi.

Namun ada beberapa kampus kecil yang memenuhi kuota kursi mahasiswanya. Bambang menghimbau kampus-kampus tersebut untuk segera melaporkan kondisi mereka agar bisa dibenahi.

“Mungkin kampus yang kecil-kecil isin (malu-red). Jangan-jangan belum punya mahasiswa yang cukup untuk sesuaia aturan rasio dengan dosen. Ini harus dibenahi,” tandasnya.(Tugeg Sundjojo/yve)