Tiga Orang Pelaku Perusakan Ditangkap, PN Bantul Evaluasi Internal

130
Suasana PN Bantul saat terjadi perusakan. (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Pasca-perusakan kantor Pengadilan Negeri (PN) Bantul oleh massa sebuah organisasi masyarakat (ormas), pihak kepolisian berhasil mengamankan tiga orang yang diduga pelaku dalam peristiwa, Kamis (28/06/2018) siang.

Tiga pelaku masing-masing berinisial NKR (22) Warga Benyo  Desa Sendangsari Kecamatan Pajangan, SMS (31) alamat Dadapbong Desa Sendangsari Pajangan dan ASH (18) warga Dusun Cepit Desa Pendowoharjo Kecamatan Sewon.

Ketiganya diamankan setelah pihak kepolisian melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara), meminta keterangan saksi, melihat barang bukti dan rekaman CCTV di lokasi kejadian.

Pasca-perusakan di kantor PN, suasana di kantor tersebut sudah mulai dibenahi. Bekas puing-puing berupa kaca ataupun pot  yang berantakan sudah dibersihkan. Televisi yang pecah tetap berada di lobi. Garis polisi yang terpasang pasca-kejadian juga sudah dicopot kemarin.

Baca Juga :  Mataf Mahasiswa Baru UMY Berlangsung Meriah

“Aktivitas di PN Bantul sudah berjalan seperti semula. Puing telah dibersihkan. Untuk jadwal sidang hari ini tidak ada, namun pelayanan kepada masyarakat tetap kami lakukan seperti biasa,” kata Zaenal Arifin, Humas PN Bantul.

Pasca-kejadian, PN Bantul sudah melaukan pelaporan terhadap Polres Bantul. Pelaporan sudah direspons dengan pemeriksaan sebagai saksi.

“Untuk pengusutan kami serahkan sepenuhnya kepada petugas kepolisian,” katanya. Sejauh ini bagi pihak PN, kejadian perusakan oleh massa menjadi bahan evaluasi secara internal. Pihak PN akan lebih aware terhadap sidang yang sekiranya berpotensi mendatangkan massa.

Kapolres Bantul AKBP Sahat Marisi Hasibuan menyatakan benar tiga orang telah ditahan dalam kejadian di Pengadilan Negeri Bantul.

Baca Juga :  Tidak Ada Toleransi bagi Bangli yang "Ngeyel"

Seperti diberitakan, ratusan orang berseragam sebuah Organisasi Massa (Ormas) melakukan perusakan gedung Pengadian Negeri (PN) Bantul, Kamis (28/06/2018) siang.

Kerusuhan pecah usai majelis hakim menjatuhkan vonis kepada Dony Bimo Saptoto, dengan hukuman 5 bulan kurungan masa percobaan sembilan bulan dalam kasus perbuatan tidak menyenangkan yakni menghentikan pameran seni Wiji Tukul di Kantor Pusham Universitas Islam Indonesia (UII) Banguntapan pada 8 Mei 2017. (sol)