Tiga Perempuan Penyair Luncurkan Antologi

183
Yuliani Kumudaswari. (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Tiga perempuan penyair dari kota berbeda akan tampil di Sastra Bulan Purnama edisi 82, Jumat (27/07/2018) pukul 19:30, di Tembi Rumah Budaya.

Ketiganya adalah Novi Indrastuti (Yogya), Ristia Hediana (Jakarta) dan Yuliani Kumudaswari (Sidoarjo). Masing-masing meluncurkan antologi puisi karya sendiri.

Novi, panggilannya, meluncurkan antologi puisi berjudul Kepundan Kasih, Ristia buku puisinya berjudul Lebaran Tanpa Ibu dan Yuliani Kumudaswari buku puisinya berjudul Menyusuri Waktu.

Tajuk dari Sastra Bulan Purnama mengambil formula dari tiga judul buku puisi yang dirangkai dalam kalimat Kasih Ibu Menyusuri Waktu.

Buku puisi Novi Indrastuti  berbeda dari buku puisi Ristia dan Yuliani. Ini karena buku puisi Novi dibuat dalam formula puisi fotografi, dalam arti buku puisi berkolaborasi dengan karya foto karya Harno DP. Harno membuat puisi melalui visual fotografi dan Novi dari visual kata.

Novi Indrastuti. (istimewa)

Koordinator Sastra Bulan Purnama, Ons Untoro, sekaligus editor dari dua buku puisi karya Ristia Herdiana dan Yuliani Kumdaswari mengatakan, kedua peremepuan penyair ini bukan baru pertama kali menerbitkan buku puisi.

Yuliani sudah kali ketiga menerbitkan puisi tunggal karyanya, dan Ristia Herdiana untuk kali kedua menerbitkan buku puisi tunggal.

“Puisi keduanya, dan juga puisi Novi Indrastuti, telah diterbitkan dalam bentuk antologi puisi bersama,” kata Ons Untoro.

Ketiga perempuan penyair ini sudah beberapa kali tampil di Sastra Bulan Purnama. Pertemuan di  ruang sastra itu menciptakan persahabatan. “Rupanya, puisi bisa saling merekatkan pergaulan,” tambahnya.

Selain dibacakan oleh penyairnya sendiri, puisi karya dari tiga perempuan penyair ini dibacakan oleh para pembaca puisi, dan akan dibuat menjadi lagu untuk dipentaskan.

Kelompok Sastra Mantra mengolah puisi menjadi satu pertunjukan. Adapun para pembaca yang tampil yaitu Agus Leylor, Aminoto, Alfi Idris, Essy Masita, Yantoro, atau lebih dikenal dengan nama Yanjangkrik, Uzi Fauziah.

“Kelompok musik yang menamakan diri Aesthetic Group mengalunkan lagu puisi dari karya Novi Indrastuti,” ujar Ons Untoro.

Ristia Hediana. (istimewa)

Ketiga perempuan penyair ini, selain pernah tampil di Sastra Bulan Purnama, juga pernah membaca puisi di tempat-tempat lain. Penyair itu tumbuh ketika media sosial sedang marak, dan mereka menangkap media sosial dan media digital sebagai ruang untuk mendistribusikan karya-karya mereka. “Era media sudah berubah dan kreator perlu melihat ruang-ruang media secara lain,” tambah Ons Untoro.

Selain rajin menulis puisi, ketiga perempuan penyair memiliki kegiatan keseharian yang berbeda. Yang menyamakan dari ketiganya, mereka merupakan ibu rumah tangga dari anak-anaknya dan suaminya.

Ketiganya memiliki kegiatan yang mungkin tidak langsung bersentuhan dengan puisi. Ristia Herdiana memiliki usaha lain, dan Yuliani Kumudaswari sebagai ibu rumah tangga, sementara Novi Indrastuti sebagai pengajar di Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM, mengajar teori puisi.

“Jadi, sebenarnya saya sekaligus melakukan praktik dari mata kuliah yang saya ajarkan,” kata Novi Indrastuti. (sol)