Tiga Presiden Hadiri “Jogja International Batik Biennale 2018”

328
Panitia memberikan penjelasan perihal gelaran JIBB 2018. (istimewa)  

KORANBERNAS.ID—Sejumlah tokoh akan menghadiri gelaran Jogja International Biennale 2018 yang digelar 2-6 Oktober 2018 di Yogyakarta. Pembukaan acara akan dilakukan  oleh Presiden Joko Widodo di Pagelaran Keraton Yogyakarta. Sedangkan rangkaian acaranya akan digelar di berbaga lokasi di DIY.

Selain Joko Widodo, rangkaian acara JIBB juga akan dihadiri oleh President World Craft Council (WCC) Dr Ghada Hijjawi Qaddumi dan President ASEAN Handycraft Promotion & Development Association (AHPADA) Edric Ong. Tidak ketinggalan sejumlah tokoh pewarnaan alami dari Taiwan dan Thailand juga diundang untuk menularkan pengetahuannya kepada para perajin batik di Indonesia.

Ketua Panitia Pelaksana JIBB 2018, Tazbir SH M.Hum mengatakan, digelarnya JIBB 2018 merupakan bentuk tanggungjawab Jogja sebagai penyandang gelar “Kota Batik Dunia” yang disematkan oleh WCC Oktober 2014. JIBB kali ini adalah yang kedua, setelah sebelumnya kegiatan serupa sukses dihelat 2016 lalu.

Baca Juga :  Dana Keistimewaan untuk Siapa?

“Ini sekaligus sebagai evaluasi bagi Jogja sebagai penyandang predikat tersebut. Dan ke depan evaluasi terus akan dilakukan, untuk menilai kita masih layak untuk menyandangnya,” kata Tazbir, Selasa (25/09/2018).

Tazbir

Dikatakan, layaknya tahun 2016, JIBB 2018 merupakan sebuah perhelatan akbar tingkat nasional dan internasional yang juga akan dihadiri oleh peserta dari seluruh Indonesia dan sejumlah negara sahabat.

JIBB 2018 terdiri dari berbagai rangkaian acara. Diawali dengan roadshow di beberapa kota batik di Jawa dan Madura yakni Pekalongan, Cirebon, Lasem dan Madura, kemudian disusul dengan penyelenggaraan Gebyar Batik di kabupaten dan kota d DIY yang telah berakhir 29 September 2018.

“Dalam rangkaian acara puncak ini, kita gelar diantaranya Pameran, Simposium Nasional dan Internasional, Workshop Pewarna Alam, Fashion Show, Heritage Tour dan Karnaval Rias Kreasi. Kami berharap, seluruh kegiatan ini dapat menjadi representasi Jogja sebagai Kota Batik Dunia di mata internasional,” kata Tazbir.

Baca Juga :  Menikmati Jogja Malam Hari Saat Liburan

Mengambil tema “Innovation for Sustainable Future”, acara ini akan diramaikan dengan berbagai diskusi tentang batik dan berbagai permasalahannya. Sejumlah pemateri akan hadir, diantaranya Gubernur Jateng, Gubernur DIY, Kementerian perdagangan, desainer dalam dan luar negeri serta para ahli pewarnaan alam dari berbagai negara. Tidak hanya diskusi, praktek untuk bertukar gagasan ilmu juga diwadahi pada kegiatan workshop di salah satu sentra batik di wilayah Bantul. (SM)