Tiga SD Kekurangan Murid

276
Bangunan SD Negeri Jemawan 2 Jatinom yang memprihatinkan setelah diregrouping dua tahun lalu karena kekurangan murid. (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Sejumlah tiga Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Klaten diusulkan digabung (regrouping) dengan sekolah lain, tahun ini. Ini karena sekolah tersebut kekurangan murid. Tiga sekolah itu adalah SD Negeri Nglinggi 2 Klaten Selatan, SD Negeri Kupang 1 Karangdowo dan SD Negeri Kaligayam 2 Wedi.

“Tiga sekolah itu diregrouping karena jumlah muridnya minim sekali. Tiap sekolah cuma punya murid kurang dari 40 orang,” kata Joko Harjono, Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Bidang Pendidikan SD Dinas Pendidikan Klaten, Jumat (15/09/2017).

Sebelum usulan sampai ke dinas terlebih dahulu disosialisasikan di tingkat UPTD Kecamatan, dan ketiga sekolah itu tetap mengusulkan untuk diregrouping.

Setelah menerima usulan, lanjut Joko, Dinas Pendidikan melakukan survei ke lapangan yang dijadwalkan Oktober mendatang. Setelah itu dinas mengusulkan ke bupati untuk dibuatkan SK sebagai dasar kepala dinas menerbitkan SK sementara atau nota dinas penempatan para guru di sekolah yang baru.

Baca Juga :  Kualitas Beras Mirip Raskin, Tiga Pasar Batal Laksanakan OP 

Sedangkan siswa akan disalurkan ke sekolah terdekat di desa setempat. Bangunan dan mebeler menjadi aset Pemkab Klaten.

Kepala Dinas Pendidikan Klaten Drs Pantoro menjelaskan sebelumnya di Kabupaten Klaten ada sekitar 10 SD tiap tahun yang diregrouping karena kekurangan murid. Siswa dan guru disalurkan ke sekolah negeri terdekat. Sedangkan bangunan dan fasilitas sekolah nenjadi aset pemda dan lahan milik pemerintah desa.

“Meski bangunannya menjadi aset pemda namun jika pemerintah desa atau pihak lain mau menggunakan sesuai ketentuan maka bisa mengajukannya ke Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD),” ujar Pantoro.

Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten sudah mengeluarkan kebijakan, sekolah yang memiliki siswa kurang dari 60 orang disarankan gabung dengan sekolah terdekat.

Baca Juga :  Pedagang Tunggu Kejelasan Status Bangunan Pasar

Kadang-kadang kebijakan itu bertentangan dengan keinginan pemerintah desa yang justru ingin mempertahankan sekolah meski jumlah muridnya minim sekali. Masalah di lapangan, ketika sekolah sudah kosong dan tidak ada lagi aktivitas belajar mengajar, sekolah itu seperti tidak terawat.

Seperti SD Negeri Jemawan 2 Jatinom yang terletak di pinggir Jalan Klaten-Boyolali yang diregrouping sekitar dua tahun lalu. Saat ini kondisi bangunan dan pekarangan tidak terawat, ditumbuhi rumput yang tinggi.

Yang dikhawatirkan, ada pihak-pihak tidak bertanggung jawab sewaktu-waktu berniat merusak dan mencuri bahan bangunan di sana.  Apalagi lokasi sekolah berada di jalan cukup ramai dan jauh dari permukiman penduduk. (sol)