Tiga Siswa Asal Semarang Tergulung Ombak, Satu Tewas

216
Korban Lakalaut Pantai Sendahan Desa Jepitu Kecamatan Girisubo, dievakusi tim SAR, Sabtu (02/09/2017). (st aryono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Pantai selatan kabupaten Gunungkidul, kembali membawa korban. Kali ini tiga orang pelajar asal Semarang, Jawa Tengah yang menikmati liburan tergulung ombak di Pantai Sendahan, Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo, Sabtu (02/09/2017) pagi. Akibatnya, seorang diantaranya tewas.

Koordinator Tim SAR Satlinmas Wilayah I Gunungkidul, Sunu Handoko Bayu Sagara menyampaikan, peristiwa tragis itu bermula dari rombongan belasan orang pelajar asal Semarang ke Pantai Sendahan. Sebanyak 3 orang yakni  Aji Nur Hidayat, Angga Saputra, dan Lirik Miftakul Ma’arif, asyik berenang di pantai.

Sambil bersendang gurau dan bermain air, ketiganya tak menyadari jika terlalu ke tengah. Naas saat itu muncul gelombang tinggi, tubuh ke tiga pelajar itupun tergulung ombak.

Baca Juga :  Ini Aksi Nyata Perawat Bantu Korban Bencana

“Karena terlalu ke tengah, sehingga ketiganya  terseret ombak,”kata Sunu saat dihubungi.

Melihat rekannya tenggelam, beberapa pelajar berteriak minta tolong. Warga dan petugas SAR Satlinmas korwil I langsung berusaha menyelamatkan korban. Dua orang berhasil diselamatkan atas nama  Aji Nur Hidayat dan Angga Saputra. Sementara Lirik hilang ditelan ombak. “Kedua yang selamat tak mengalami luka yang berarti,”ucapnya.

Petugas SAR yang berupaya mencari Lirik menerjunkan seluruh personel. Korban berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Korban merupakan warga Graha Aula Ketileng.

“Korban meninggal langsung kami antar ke RSUD Wonosari,” katanya.

Sunu mengimbau kepada wisatawan untuk waspada dan memperhatikan himbauan tim SAR. Pihaknya sudah seringkali mengingatkan para wisatawan agar tidak mandi di laut, namun sebagian besar mereka nekat. Apalagi gelombang pantai selatan tidak bisa diprediksi. (St.Aryono/SM)

Baca Juga :  Ibadah Jumat Agung Teladani Yesus di Kayu Salib