Tim Gabungan Ini Siap Atasi Peredaran Obat Ilegal

160
Ilustrasi

KORANBERNAS.ID–Peredaran obat ilegal di Gunungkidul, semakin marak. Untuk mengatasinya, Polres Gunungkidul langsung bertindak dengan membentuk tim gabungan, melibatkan berbagai lembaga terkait.

Kasat Narkoba Polres Gunungkidul, AKP Riko Cahya mengatakan, masalah peredaran obat ilegal ini dikhawatirkan akan berdampak dan merusak generasi penerus bangsa. Seluruh komponen bangsa harus bergerak bersama dan berkomitmen untuk mengatasi permasalahan tersebut.

“Untuk itu, kepolisian bersama Dinas Kesehatan dan instansi terkait lainnya telah sepakat membentuk tim gabungan pemberantasan penyalahgunaan obat. Kerja sama tidak hanya dalam aspek penindakan, namun juga pencegahan,” kata Riko Cahya, Rabu (04/10/2017).

Untuk kepentingan tersebut, pihaknya mengaku sudah melakukan pertemuan dengan pejabat di lingkungan Dinas Kesehatan. Pertemuan itu untuk membahas langkah bersama guna mengantisipasi peredaran obat berbahaya.

Baca Juga :  Menjelajah Desa Serang Serasa di Lembang

“Dinas Kesehatan langsung merespon dalam rangka peningkatan dan pengawasan obat dan makanan,”ujarnya.

Diakui, peredaran obat ilegal memang menjadi ancaman serius terlebih saat ini Gunungkidul menjadi primadona bagi wisatawan. Penyebaran barang berbahaya seperti itu jika tidak diantisipasi bisa berdampak buruk terhadap berbagai aspek kehidupan. “Misalnya, obat trihexipenidyl. Obat itu dikatakan ilegal kalau si pemilik tidak punya resep dokter dalam penggunaannya atau tidak ada ijin edar,” jelasnya.

Selain thrihexipenidyl, obat-obatan yang perlu diwaspadai adalah jenis seperti camlet, tramadol dan riklona. Dia berharap sinergitas yang telah dibangun bersama dengan Dinas Kesehatan untuk menangkal peredaran obat berbahaya dapat berkelanjutan.

Untuk daerah pesisir diakui perlu diperhatikan dengan seksama. Karena arus wisatawan bukan tidak mungkin menjadi media bagi para “pemain” obat-obatan terlarang untuk masuk.

Baca Juga :  Lokasi Proyek Disebut Rawan Longsor, Pengembang Siap Tuntut Pakar Geologi UGM

Terpisah, Sekretaris Dinas Kesehatan Gunungkidul, Priyanto Madya Satmaka mengatakan, pembentukan tim gabungan pemberantasan obat illegal menindaklanjuti informasi turunnya SE Kemendargri.(SM)