Tim Shell Eco-Marathon Jangan Seperti Generasi Stroberi

240
Didin Wahidin (paling kanan) bersama perwakilan tim Shell Eco-Marathon Asia 2018 pada acara pelepasan di Hotel Tentrem Yogyakarta, Selasa (27/02/2018). (sholihul hadi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Indonesia memberangkatkan 26 tim mahasiswa pada ajang Shell Eco-Marathon Asia 2018 yang berlangsung di Singapura 8-11 Maret 2018.

Sebelum berangkat, mereka memperoleh pembekalan dari Direktur Kemahasiswaan Kementerian Ristek dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti), Dr Didin Wahidin MPd.

“Jangan pernah ada perasaan kita ini bangsa yang rendah. Jangan seperti generasi stroberi, kelihatan hebat, enak rasanya, manis dan luarnya tampak bagus, tapi gampang luka karena gesekan,” ungkap Didin, Selasa (27/02/2018), di Hotel Tentrem Yogyakarta.

Di hadapan sembilan tim yang siap berangkat ke Singapura dari Yogyakarta, dia juga berpesan selama di  negara tetangga itu mereka tetap memegang karakter bangsa Indonesia yang sopan, santun serta peduli sesama.

Menurut dia, teknologi bisa menjadi ladang amal jariyah, seperti halnya salafus saleh yang menyebarkan ilmunya tanpa pamrih sehingga bermanfaat bagi banyak orang. “Jika punya ilmu silakan upload. Jangan hanya jadi generasi download melulu,” ujarnya setengah berkelakar.

Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Prof Dr Sutrisna Wibawa MPd berharap event di Singapura kali ini bisa bermanfaat. ”Apapun hasilnya kita sudah melakukan inovasi. Tahun lalu All Indonesian Final. Mudah-mudahan tahun ini All Jogja Final,” kata dia.

Shell Eco-Marathon Asia 2018 merupakan ajang kompetisi untuk menciptakan mobil masa depan yang dapat menempuh perjalanan terjauh dengan menggunakan sumber energi paling hemat, serta memenuhi standar keamanan. Tim-tim mahasiswa Indonesia rutin ikut dan meraih penghargaan pada ajang tahunan tersebut serta siap mempertahankan gelar.

Di ajang Shell Eco-Marathon Asia 2018, sebanyak lebih dari 100 tim pelajar/mahasiswa dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik dan Timur Tengah berkompetisi mengembangkan solusi mobilitas yang inovatif.

President Director & Country Chairman PT Shell Indonesia, Darwin Silalahi, berharap tim mahasiswa Indonesia kembali dapat mencetak prestasi membanggakan di ajang Shell Eco-marathon Asia dan mampu masuk ke Drivers’ World Championshsip – Regional Asia 2018.

Dari 26 tim tersebut, sembilan berangkat dari Yogyakarta. Yaitu Tim Garuda UNY Eco Team, Tim Semar Urban UGM, Tim Semar Proto UGM, Tim Bengawan Universitas Sebelas Maret Solo, Tim Bengawan Team 2 dari Universitas Sebelas Maret Solo, Tim Pandawa Universitas Negeri Semarang.

Kemudian, Tim Mesin Polnep Diesel Politeknik Negeri Pontianak, Tim Wasaka Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin serta Tim Mesin Universitas Muhammadiyah Pontianak. (sol)