Tinggi Minat Petani Menanam Jagung

1179
Petani di Desa Jogosimo, Kecamatan Klirong, Kebumen, Senin (23/10/2017) memanen jagung. (nanang w hartono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Minat petani di daerah Urut Sewu/pantai Selatan Kabupaten Kebumen menanam jagung hibrida cukup tinggi. Harga yang relatif stabil dan pasar yang mudah, menjadi daya tarik petani menanam jagung di lahan tadah hujan berpasir. Sebagian besar produksi jagung di daerah ini, untuk memenuhi kebutuhan pabrik pakan ternak.

Budi daya dan jagung di pesisir selatan Kebumen tersebar di Kecamatan Mirit, Buluspesantren, Ambal, Petanahan serta Puring. Tanaman jagung bukan satu satunya tanaman yang dibudidayakan sebagai sumber penghasilan/nafkah petani di daerah ini.  Ada beberapa jenis hortikultura yang dibudidayakan. Seperti padi di  musim penghujan, di musim kemarau pepaya, kacang tanah, sayuran dan cabai.

Petani jagung di daerah ini, tidak menanam jagung serentak, melainkan bergiliran.  Sehingga jarang terjadi panen raya jagung di seluruh daerah ini. Musim panen  jagung di daerah ini cukup panjang. Seperti yang terlihat sekarang. Ada petani sedang panen, sementara tanaman yang lain sedang berbunga. Sehingga masa panen jagung cukup panjang dan berkesinambungan. Dengan demikian, persediaan jagung masyarakat tidak menumpuk.

Beberapa petani kepada koranbernas.id, Senin (23/10/2017) mengungkapkan, petani jagung di daerah ini tidak menemui kendala dalam pemasaran. Berapapun produksi yang ada, pedagang siap untuk membelinya.

Malahan tidak jarang pedagang pengepul jagung yang mencari jagung ke petani. Ini lantaran permintaan pabrik pakan ternak cukup tinggi, sementara kapasitas produksi belum mengimbangi.

“Sekarang harga jagung pipil basah Rp 2.700, yang kering sampai Rp 4000 per kg,”  kata Parjono, petani warga Desa Jogomertan, Kecamatan Klirong, Kebumen.

Hal itu dibenarkan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kebumen Puji Rahayu.  Dikonfirmasi koranbernas.id, memang benar kebutuhan jagung pabrik pakan ternak cukup tinggi, sehingga berapapun panen jagung petani Kebumen saat ini terserap.

Di Kabupaten Kebumen setiap tahun rata-rata areal panen jagung sampai 5.000 hektar. Hasil panen perhektar 5 ton – 7 ton.

“Harga 3.500 hingga 4.000 rupiah perkilo. Pemasaran tidak ada kendala,“ kata Puji Rahayu. (SM)