Tingkatkan Kualitas Guru, PGRI dan Rotary Bersinergi

367
Seorang guru yang menjadi peserta ToT mendapatkan laptop pada pelatihan yang digelar oleh PGRI dan Rotary Club. (Dwi Suyono/KoranBernas.id)

KORANBERNAS.ID – Peran sentral seorang guru dalam mendidik anak tak terbantahkan hingga saat ini. Guru memiliki tanggung jawab yang besar dalam mengantarkan para siswanya ke gerbang masa depan.

Pentingnya peran dan guru ini menjadi pemantik bagi Rotary Club dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) untuk meningkatkan kualitas para guru dengan menggelar kegiatan Training of Trainer (ToT) bagi para guru Sekolah Dasar (SD) bidang Matematika dan Sains.

Dalam pelatihan yang di gelar 27-30 September di Hotel Victoria Yogyakarta, Sugito, salah satu Ketua PB PGRI mengemukakan, PGRI memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan mutu para guru di tanah air.

“Hal ini karena PGRI merupakan organisasi yang menaungi para guru terutama dalam peningkatan kualitasnya sehingga para pendidik di Indonesia akan semakin berkualitas,” ujarnya, Sabtu (30/9) siang, di sela sela acara penutupan acara.

Sugito menyampaikan, PGRI mengapresiasi kerjasama dengan Rotary Club termasuk kegiatan sosial yang diadakan Rotary Club untuk dunia pendidikan.

Dalam kesempatan yang sama Try Wibowo selaku pengurus Rotary Club mengemukakan bahwa pihaknya memandang sangat penting peran guru SD dalam mendidik di masa tumbuh kembang anak-anak.

“Terlebih lagi untuk para guru bidang matematika dan sains atau IPA. Hal ini karena disinilah letak fundamental pendidikan anak selanjutnya. Dan untuk itu Rotary menggandeng PGRI melatih 20 guru dari berbagai sekolah di DIY untuk dapat menjadi trainer bagi para guru lainnya sehingga pelajaran matematika dan IPA yang diajarkan di kelas menjadi sesuatu yang menyenangkan,” paparnya.

Hal senada diungkapkan oleh Wasito selaku humas kegiatan yang mengemukakan bahwa organisasi Rotary menggelar program ini dengan mengangkat tema “Menggapai 1.000 Guru Matematikan dan Sains”.

Program ini, lanjut Wasito, telah dilakukan tiga tahun terakhir di berbagai kota dan untuk saat ini diadakan di DIY.

“Bulan depan kami selenggarakan training yang sama di Bandung. Diharapkan guru yang sudah dilatih mampu melaksanakan berbagai hasil pelatihan, dan dapat diterapkan sampai di kabupaten/kota, sehingga di tahun 2018 target 1.000 guru yang berkualitas dapat tercapai,” katanya.

Dirinya menambahkan, pelatihan ini bertujuan untuk membuat perubahan pola pikir guru sehingga menjadi lebih terbuka. “Selain itu, para guru yang sudah berkualifikasi sebagai seorang trainer harus mampu men-training para guru yang lainnya,” ungkapnya kepada KoranBernas.id.

Enik S SPd seorang guru peserta pelatihan dari SD Sumberanto Kulon Progo yang ditemui KoranBernas.id mengemukakan, pelatihan yang diberikan ini mampu membuka pola pikir para guru sehingga mengajar menjadi lebih menyenangkan, dan akhirnya berimbas kepada para siswa.

“Program ini sangat bermanfaat bagi para guru matematika dan sains,” katanya.

Pelatihan ditutup dengan pemberian laptop kepada para peserta pelatihan yang mengikuti pelatihan selama empat hari di Hotel Victoria tersebut. (ros)