Tingkatkan Pemanfaatan TI untuk Pasarkan Produk UMKM

298
Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto memfasilitasi diskusi dan pelatihan pemanfaatan sosmed untuk peningkatan produksi dan pemasaran UMKM, Rabu (25/04/2018). (istimewa)

KORANBERNAS.ID – Hampir setiap pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki gadget. Perangkat teknologi informasi dan komunikasi itu perlu dioptimalkan penggunaanya supaya bisa jadi alat promosi yang efektif untuk meningkatkan penjualan produk.

“Melalui gadget dan aplikasi sederhana, pelaku UMKM perlu memiliki keterampilan untuk berproduksi dan mempromosikan produknya,” ungkap Eko Suwanto, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan DIY, Rabu (25/04/2018), dalam sesi diskusi dan pelatihan Pemanfaatan Sosial Media untuk UMKM di Kedai Kopi Nyai Londo.

Dia mengakui, hampir tiap orang punya gadget, lebih baik jika alat tersebut bermanfaat dan produktif. Kemampuan teknis dibutuhkan agar pelaku usaha memahami karakter teknologi internet.

Sebagai fasilitator “Pelatihan Pemanfaatan Sosmed untuk Peningkatan Produksi & Pemasaran UMKM” yang diikuti 30 UMKM di lingkungan Kecamatan Pakualaman Yogyakarta, Eko Suwanto berharap peserta bisa praktik secara langsung dari ahlinya.

“Kita menghadirkan Teguh Supriyadi, Praktisi IT Yogyakarta untuk berbagi hal teknis memanfaatkan gadget sebagai alat produktif guna memproduksi film pendek atau visual singkat yang efektif. Ada juga Tri Martono atau dikenal Pakdhe Senggol yang selama ini aktif mengelola akun medsos untuk promosi,” kata Eko Suwanto.

Dia menjelaskan tujuan dari proses pelatihan untuk UMKM agar ke depan pelaku usaha kecil bisa memanfaatkan teknologi informasi untuk efisiensi produksi.

Di sisi lain, UMKM dapat memanfaatkan teknologi informasi untuk peningkatan kualitas produksi serta peningkatan pemasaran.

Menurut dia, komitmen membantu UMKM merupakan bagian penting dalam wujudkan ekonomi berdikari. “Kita dukung pemda memfasilitasi internet termasuk free wifi bagi masyarakat khususnya dalam usaha meningkatkan akses informasi dan usaha ekonomi rakyat,” kata anggota Fraksi PDI Perjuangan dapil Kota Yogyakarta ini.

Pada 2018, sesuai alokasi anggaran, Pemda DIY memberikan fasilitasi penempatan 112 titik free wifi dan dukungan bagi upaya literasi media sosial.

Eko menyarankan, peserta membawa HP Android dan laptop sendiri agar bisa mengefektifkan proses belajar. (sol)