Tirtoadi Wakil Sleman di P2WKSS Tingkat DIY

422

KORANBERNAS.ID – Desa Tirtoadi Kecamatan Mlati Kabupaten Sleman dipilih untuk mewakili kabupaten tersebut dalam kegiatan Program Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS) untuk tingkat DIY.
Sebelum dipilih mewakili Sleman, evaluasi dilaksanakan Senin (16/10) di Balai Desa Tirtoadi Mlati. Ikut menerima Tim Evaluasi P2WKSS, Wakil Bupati Sleman Dra Hj Sri Muslimatun MKes. Kedatangan tim disambut dengan senam lansia yang rutin dilaksanakan oleh ibu-ibu setiap sekali dalam sepekan dan juga diikuti kegiatan cuci tangan dengan sabun.
Selanjutnya dalam kesempatan evaluasi juga diserahkan bantuan dana bedah rumah dan bantuan peningkatan produktivitas ekonomi perempuan dari Badan Amis dan Zakat Daerah (Bazda) Sleman untuk kediaman Surono sebesar Rp 12 juta dan dan pengembangan usaha warung kelontong milik Ny Sutilah sebesar Rp 3 juta serta Ny Suatmi yang menggeluti usaha jamur sebesar Rp 3 juta.
Selain itu juga diserahkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Sleman untuk bedah rumah bagi delapan Kepala Keluarga (KK) sebesar Rp 90 juta. Sri Muslimatun mengatakan dengan semakin besarnya motivasi dan keterlibatan peran wanita dalam berbagai kegiatan pembangunan, maka diharapkan program P2WKSS ini semakin dinamis dan memberi manfaat ganda baik bagi masyarakat maupun bagi keluarga.
“Apabila masyarakat ikut merasakan manfaat dari program ini, baik dari sisi kesehatan maupun kesejahteraannya, maka mereka tentunya akan sangat mendukung dan aktif dalam berbagai program P2WKSS dan juga kegiatan pembangunan lainnya,” kata Sri Muslimatun.
Wabup juga menegaskan prioritas peningkatan peran perempuan dalam pembangunan dan perlindungan anak tertuang dalam dokumen RPJMD 2016-2021 Kabupaten Sleman yang tertuang dalam Misi kelima yaitu meningkatkan kualitas budaya masyarakat dan kesetaraan gender yang proporsional.
Poin tersebut, ujar Sri Muslimatun, dipertegas lagi dalam tujuan kelima RPJMD yaitu mewujudkan pelestarian budaya yang ada di masyarakat dan perlindungan perempuan dan anak, dengan indikator jumlah desa budaya dan Indeks Pembangunan Gender.
“Keberadaan misi dan tujuan yang tertuang dalam dokumen RPJMD ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Sleman, tidak saja berupaya mengurangi ketimpangan gender, namun juga meningkatnya pelayanan terhadap perempuan dan anak serta meningkatnya partisipasi perempuan dalam pembangunan,” tutur Sri Muslimatun.
Sampai dengan tahun 2017 ini Kabupaten Sleman telah terbentuk 56 Desa Ramah Anak, dan 56 Sekolah Ramah Anak, juga terbentuk 56 Satgas PPA Desa. Selain itu juga telah terbentuk taman bacaan masyarakat yang ramah anak.
Hal itu terwujud berkat kerja keras seluruh stakeholders yang berhasil mendapatkan apresisasi dari pemerintah pusat berupa penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) 2016 kategori Utama dalam upaya memwujudkan kesetaraan dan keadilan gender melelui Strategi Pengarusutamaan Gender (PUG) di Kabupaten Sleman.
Dalam upaya mendorong pendidikaan terhadap anak usia dini, saat ini di Kabupaten sleman terdapat 631 PAUD terdiri dari 245 Kelompok Bermain, 90 Tempat Penitipan Anak, 296 satuan Paud sejenis. (ros)