Tiwul Instan ” Mais”, Jajanan Baru Temanggung

283
Yuni pemilik usaha Tiwul instan "Mais" tengah mengemas barang dagangannya untuk dikirim ke pemesannya, Kamis (18/01/2018). (endri yarsana/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Sekarang ini banyak cita rasa berbagai makanan yang diolah secara modern. Namun nampaknya masih benyak juga masyarakat yang yang suka akan makanan tradisional yang digarap secara manual, salah satu diantaranya yaitu tiwul .

Makanan khas daerah tiwul instan yang terbuat dari bahan dasar ketela yang kemudian diolah menjadi makanan instan, ternyata bisa dibuat dengan banyak berbagai varian rasa. Seperti hanya yang dilakukan Yuni (50th) pemilik usaha Tiwul instan “Mais” saat ini telah mempekerjakan 8 orang karyawan dalam produksinya yang berlokasi di Desa Greges, Kecamatan Tembarak, Temanggung.

Selama 3 tahun terakhir ini Yuni mengembangkan usahanya dengan banyak pengalaman dan jatuh bangun. Beberapa tahun yang lalu Yuni sempat mengalami kerugian dikarenakan produksinya gagal.

Baca Juga :  Awas, Narkoba di Lingkungan Pelajar

Dengan kegigihannya akhirnya Yuni dapat memperbaiki kesalahannya dan memasarkan produknya sampai ke luar kota bahkan luar pulau Jawa. Banyak konsumen yang memesan produknya dengan varian rasa seperti tiwul rasa pandan, original, gula aren dan ubi ungu. Dalam usahanya Yuni mempunyai beberapa kendala antara lain alat produksi yang tidak memadai atau masih manual dan cuaca yang kurang mendukung.

Diungkapkan Yuni, omset usaha Tiwul instannya sekarang telah mencapai 30 juta perbulan. Dari hasil usahanya ini Yuni dapat menyekolahkan satu anaknya dan menghidupi keluarganya. Dalam satu hari Yuni dan karyawannya dapat menghasilkan kurang lebih 500 kemasan Tiwul instan.

“Saya berharap pemerintah daerah dapat memperhatikan usaha saya, yang saat ini sudah berkembang dan membutuhkan alat produksi yang memadai,” pintanya. (yve)

Baca Juga :  Tahun Politik Tak Pengaruhi Pariwisata DIY