TMMD Gerakkan Pembangunan Masyarakat Desa, Ini Caranya

171
Wabup Sleman, Sri Muslimatun MKes meninjau Operasi TMMD Sengkuyung ke-100Tahap III di Lapangan Sumberarum, Moyudan, Rabu (27/09/2017).(istimewa)

KORANBERNAS.ID — Operasi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) menjadi salah satu media penggerak pembangunan infrastruktur di desa. Dengan demikian TMMD dapat membantu roda perekonomian masyarakat di Kabupaten Sleman.

“Selain itu kegiatan tersebut juga merupakan sarana untuk menjaga keharmonisan hubungan dan komunikasi antara jajaran TNI dengan jajaran masyarakat serta jajaran aparat Kabupaten Sleman,” ujar Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun dalam TMMD Sengkuyung ke-100Tahap III di Lapangan Sumberarum, Moyudan, Rabu (27/09/2017).

Karenanya Sleman sangat mendukung pada pelaksanaan program TMMD. Sebab program ini dilaksanakan melalui proses perencanaan yang mengutamakan aspirasi dan kepentingan masyarakat di daerah dengan menggunakan bottom up planning system yang dilaksanakan secara komprehenif dan integral yang melibatkan semua unsur yang terkait mulai dari tingkat desa.

Baca Juga :  Seharusnya, Status Sosial Tak Diukur dari Materi

“Sehingga kegiatan ini dapat terlaksana tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat,” tandasnya.

Melalui program TMMD, Sri Muslimatun berharap dapat meningkatkan kesetiakawanan sosial guna meningkatkan ketahanan sosial masyarakat. Pencanangan TMMD mampu memberdayakan masyarakat agar mereka mempunyai daya dan upaya untuk lepas dari masalah ketertinggalan sekaligus memberdayakan diri untuk berdikari.

Sementara Kapten Inf. Arly Iskandar selaku Pasiter Kodim 0732/Sleman menyampaikan TMMD di Desa Sumberarum tersebut pembangunan meliputi sasaran fisik seperti pembuatan talud sepanjang 400 meter tinggi 50 cm, rehab poskamling 1 buah, pengerasanhalaman masjid, pengerasan jalan sepanjang 1000 meter lebar 3 meter, pembuatan gorong-gorong 2 buah dan lantainisasi 2 rumah.

Selain pembangunan fisik, pembangunan juga menyasar pada pembangunan non fisik seperti penyuluhan PPBN/wawasan kebangsaan, penyuluhan Kambtimas dan narkoba, penyuluhan KB dan kesehatan, penyuluhan pertanian, penanggulangan bencana alam, serta penyuluhan lingkungan hidup.

Baca Juga :  PAI Prodi Favorit UM PTKIN

TMMD Sengkuyung ke-100 menurut Arly akan dilaksanakan selama 30 hari dimulai dari tanggal 27 September 2017 hingga 26 Oktober 2017. Sumber dana TMMD sendiri berasal dari APBD DIY sebesar Rp 75 juta, APBD Kabupaten Sleman Rp 150 juta dan bantuan swadaya masyarakat berupa tenaga senilai Rp 50 juta.(yve)