TMMD Sengkuyung Padukan Program Fisik dan Pemberdayaan

65
Sri Muslimatun menyerahkan alat kerja dalam pembukaan Operasi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung ke-102 di Lapangan Wedomartani Ngemplak Sleman, Selasa (10/07/2018). (istimewa)

KORANBERNAS.ID–Operasi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung ke-102 Tahap II TA. 2018 di Wilayah Kodim 0732/Sleman kembali dimulai. Kegiatan berlangsung 30 hari mulai 10 Juni hingga 8 Agustus 2018 di Desa Wedomartani. Acara dibuka oleh Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun di Lapangan Desa Wedomartani, Sleman, Selasa (10/07/2018).

Pasiter Kodim 0732/Sleman Kapten Infanteri Nugroho Agung Prasetyo menyampaikan bahwa operasi pembangunan insfrasturktur TMMD di Desa Wedomartani meliputi perkerasan jalan dengan panjang 700 meter dan lebar 5 meter. Kemudian pembuatan talud sepanjang 500 meter, dan pembuatan gorong – gorong 2 buah.

Selain itu, pembangunan juga menyasar pada pembangunan nonfisik meliputi penyuluhan PPBN/wawasan kebangsaan, Kamtibmas, napza, kesehatan, KB, pertanian, dan lingkungan hidup.

Baca Juga :  Spesialis Curat Kamar Kos Putri Ini Akhirnya Tertangkap

Adapaun sumber dana yang digunakan pada TMMD ke-102 tersebut berasal dari APBD DIY sebesar Rp75 juta dan APBD Kabupaten Sleman sebesar Rp 225 juta.

Sri Muslimatun selaku inspektur dalam upacara tersebut menyampaikan bahwa pelaksanaan TMMD Sengkuyung ke-102 yang bertemakan “Manunggal Membangun Karakter Generasi Milenial” tersebut berdasarkan dari melestarikan nilai-nilai luhur yang ada di masyarakat, seperti semangat gotong royong, kebersamaan dan semangat rela berkorban.

“Keterlibatan TNI dalam pelaksanaan pembangunan di wilayah Kabupaten Sleman ini merupakan perwujudan kemanunggalan TNI dan rakyat,” kata Sri Muslimatun.

Ia berharap pelaksanaan kegiatan TMMD Sengkuyung dapat membantu Pemerintah Kabupaten Sleman dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik lagi dan meminimalkan angka kemiskinan di Kabupaten Sleman.

Baca Juga :  Ada Pameran Mata Uang Kuno di Museum Perjuangan

“Agar penanganan kemiskinan di Sleman memberikan hasil yang optimal, maka penanganannya harus memperhatikan kondisi masyarakat,” kata Sri Muslimatun.

Sri Muslimatun juga menambahkan sinergitas dan kemanunggalan TNI dengan rakyat, serta pemerintah pusat dan pemerintah daerah melalui TMMD seperti ini menjadi salah satu upaya untuk memajukan wilayah, menggali dan mendayagunakan potensi serta mengatasi berbagai isu atau persoalan terkini dengan solusi yang tepat.

“Pelaksanaan TMMD tersebut merupakan sebuah kekuatan luar biasa, karena didalamnya ada kerja sama, bukan hanya dari TNI dan pemerintah daerah, namun juga keterlibatan aktif masyarakat,” pungkasnya. (SM)