Toko VCD Ini Konsisten Menjual Produk Asli

623
Irkham Hadi menunjukkan VCD asli yang dijual di tokonya, Gandrung VCD Original Jalan Wates Km 5 Gamping Kidul Ambar Ketawang Sleman.

KORANBERNAS.ID – Suara biduan dangdut Nella Kharisma melantunkan lagu Kanca Mesra memancar dari perangkat VCD Player. Irama lagu tersebut seolah-olah memenuhi ruangan toko Gandrung VCD Original di Jalan Jogja-Wates Km 5 Gamping Kidul RT 01 RW 16 Ambar Ketawang Gamping Sleman, Selasa (13/02/2018).

Siang itu, di ruangan ukuran 3 x 4 meter tertata ribuan Compact Disk (CD) dan Video Compact Disk (VCD) pada rak-rak memanjang. Sambil memegang remote, Irkham Hadi, si pemilik toko itu kemudian mem-pause video yang ditontonnya seraya menunjukkan produk tersebut sudah layak sensor.

Masih setia menjual VCD? Meski bagi sebagian orang VCD dianggap ketinggalan zaman, lelaki berusia 60 tahun itu menyatakan tetap konsisten menekuni profesinya menjual VCD.

Dia yakin peluang bisnis penjualan VCD tetap ada sebab masih ada orang-orang yang lebih menyukai mendengarkan rekaman musik melalui kepingan bundar mengkilap tersebut. Ada nuansa dan kesan yang berbeda.

Sebagai perbandingan, Irkham pernah mencoba download lagu, ternyata biayanya lebih mahal dibanding harga VCD asli. Dengan pulsa internet Rp 10 ribu hanya bisa dapat lima lagu format MP3. Selain itu, tidak semua orang bisa download.

“VCD yang saya jual ini semuanya asli. Original. Resmi dan bukan bajakan. Satu keping seharga Rp 15 ribu. Beli dua cukup bayar Rp 25 ribu. Khusus untuk VCD eksklufif harganya Rp 50 ribu karena kualitas rekaman dan kemasannya lebih bagus lagi,” ungkapnya seraya menunjukkan tanda bayar pajak yang terpasang di masing-masing sampul VCD tersebut.

Prinsipnya, dia tidak hanya berbisnis VCD tapi ada niat luhur membantu pemerintah dari perolehan pajak. Selama ini, pembeli VCD di tokonya mulai dari anak kecil sampai orang tua.

Apa saja yang dicari? “Mulai dari film kartun anak atau lagu dangdut. Sekarang yang lagi trend Nella Kharisma, sama terkenalnya dengan Via Vallen,” kata dia.

Komplet

Tak hanya lagu-lagu dangdut dari New Satria maupun Gemilang, Gandrung VCD Original punya stok yang terbilang komplet. Di tempat ini ada banyak VCD gendhing-gendhing Jawa, karawitan, wayang, ketoprak bahkan pengajian Al Quran dan lagu-lagu religius. Koleksi VCD ketoprak di antaranya Siswo Budoyo, Ketoprak Balekambang. Ada pula Aneka Pangkur dari Ki Narto Sabdo.

Irkham sendiri sangat hafal dan bisa membedakan antara VCD asli dengan bajakan. Sedianya dia ingin menunjukkan contoh VCD bajakan tapi karena memang tidak ada sehingga dia bisa menunjukkan contohnya. Yang pasti, harga VCD bajakan di luar sana lebih murah sekitar Rp 6 ribu namun kualitas rekamannya tidak sebaik yang asli. “Disetel paling lama dua minggu sudah rusak,” jelasnya.

Karena itu, dia berkomitmen memuaskan konsumennya dan berani memberi garansi apabila disetel di rumah kualitasnya kurang bagus maka bisa langsung ditukar, asalkan komplain tidak melebihi  waktu satu minggu. Bisa jadi kerusakan itu karena faktor kualitas player VCD kurang bagus, bukan karena VCD-nya.

Di tengah keterbatasan, Irkham Hadi punya obsesi masyarakta DIY yang ingin mencari VCD original, Gandrung VCD Original adalah tempatnya. Dia mengatakan, rekaman CD/VCD bajakan merupakan salah satu biang lesunya industri musik Tanah Air.

Sejumlah elemen masyarakat, aparat dan pelaku bisnis, sudah melakukan berbagai upaya positif, namun masih dibutuhkan upaya keras agar masyarakat sadar membeli produk-produk original berkualitas dan dilindungi secara hukum.

Rugi segala sisi

Para pembeli produk bajakan pada hakikatnya adalah jenis pembelanja yang buruk dan rugi dari segala sisi. Selain kualitas gambar yang buruk, daya tahan pemakaiannya juga tidak bisa dijamin. Belum lagi, ada pelanggaran dari sisi agama dan hukum negara sebagaimana diatur dalam Undang-undang Negari RI Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta.

Lebih dari itu, membeli dan menikmati VCD bajakan secara tidak langsung sama artinya dengan merampas harta para seniman penciptanya dan devisa negara, karena royalty dan pajak yang tidak dibayar oleh pengusaha rekaman bajakan tersebut.

“Melalui bendera Gandrung VCD yang kami kibarkan, kami bertekat mendukung upaya menghambat laju produk bajakan itu dari jalur penjualan, dengan cara menjual khusus VCD original,” kata dia.

Menurut dia, komitmen terhadap produk VCD asli merupakan bentuk kepeduliannya terhadap perkembangan mental masyarakat dari pengaruh buruk bermacam tontonan yang disuguhkan produk bajakan yang biasanya didistribusikan tanpa melewati Lembaga Sensor Film (LSF) Indonesia.

Dengan semboyan Barang Murah Berkualitas, Pelayanan Ramah dan Mendidik Masyarakat, Gandrung VCD Original menyediakan berbagai koleksi VCD dan MP3 berisi lagu-lagu Indonesia  berbagai genre yang diminati masyarakat. Dari musik dangdut, keroncong, campursari, pop, rock. “Semuanya original, tak satu pun keping VCD bajakan dapat ditemui di toko kami,” tandasnya. (sol)