Tomcat Ternyata Teman Petani

401

KORANBERNAS.ID — Tomcat, salah satu jenis serangga yang cukup berbahaya cairannya karena dapat membuat orang menjadi sakit ternyata merupakan teman petani. Sebab keberadaan tomcat bermanfaat bagi pengendalian hama dan membantu pembuahan tanaman.

Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kulonprogo, Wahyu Wijayantoro, Senin (16/10/2017) mengatakan, serangga itu bukan tergolong OPT. Namun justru berperan penting untuk mengatasi hama wereng

“Jadi, tomcat itu sebenarnya konco tani karena predator alami bagi wereng. Rusunawa itu lokasinya memang dekat sawah dan terang pencahayaannya sehingga tomcat lalu datang ke sana,” kata dia.

Pergeseran habitat tomcat itu juga dimungkinkan karena hilangnya rerumputan yang menjadi tempat bersembunyinya. Dengan kadar cahaya di pemukiman lebih terang, otomatis wereng akan berusaha masuk ke dalamnya.

Kontak fisik dengan manusia menyebabkan tomcat merasa terancam lalu mengeluarkan zat asam yang bersifat mengiritasi kulit manusia. Akibatnya, muncul luka seperti melepuh pada kulit dan terkadang disertai rasa panas dan sakit.

“Sakitnya itu karena kulit terpapar zat yang dikeluarkan tomcat, bukan karena gigitannya,” kata Wahyu

Di Kulonprogo memasuki musim hujan ini tomcat sudah mencederai beberapa orang. Diantaranya mereka yang tinggal di Rusunawa Triharja dan di Beji Wates.

Wiwien (37), warga Bendungan Wates mengaku anaknya yang kos di Beji Wates diserang tomket.

“Awalnya membuat kulitnya merah dan gatal panas. Tetapi kemudian menjadi luka bernanah. Karena luka makin dalam, erpaksa harus masuk kamar bedah agar bersih lukanya,” ujar Wiwien.

Untuk tindakan di kamar bedah dirumah sakit besar di Kota Jogja, dia harus keluar biaya jutaan rupiah karena lukanya cukup dalam.(yve)