Tower Air Senilai Rp 37 Juta di Delanggu  Mangkrak

513

KORANBERNAS.ID–Proyek pembangunan tower air di Desa Jetis Kecamatan Delanggu Klaten pada tahun 2017 berhenti total karena kehabisan dana dan kesalahan perencanaan. Meski tower dan jar ingan sudah terpasang namun air tidak bisa dialirkan.

Informasi yang dihimpun dari warga sekitar menyebutkan, tower air yang dibiayai dari dana desa itu sedianya dibangun untuk mengaliri persawahan dengan memanfaatkan air sungai.

Namun ternyata setelah dicoba, mesin pompa air yang ada tidak mampu mengalirkan air dari sungai ke tower.

“Sudah pernah diujicobakan namun hanya bertahan tiga jam. Soalnya mesin pompa tidak mampu,” kata warga saat ditemui di lokasi tower air.

Disebutkan, tower air itu digarap oleh TPK (Tim Pengelola Kegiatan) Desa Jetis dengan dana Rp 37 juta. Proyek tersebut dibangun dengan memasang pipa dari sungai ke  tower dan ke saluran irigasi yang ada di sekitar areal persawahan warga.

Namun karena di lapangan ada pemasalahan, maka proyek itu berhenti dan warga tetap saja tidak bisa mengaliri sawahnya.

Selama ini warga pemilik sawah hanya berharap adanya aliran air dari Cokro Tulung dan dan dari sungai yang dialirkan menggunakan mesin pompa air.

Ditempat terpisah, Kepala Desa Jetis Rudy Purwanto membenarkan tower air itu dibangun dari dana desa 2017. Tower air itu rencananya untuk mengaliri persawahan warga seluar 30 patok yang ada di atas sungai.

“Semula tower itu dibangun agar bisa menampung air yang dialiri dari sungai. Selanjutnya air yang ada di tower itu untuk mengaliri sawah warga. Selama ini sawah ini dialiri dari sungai menggunakan pompa air,” kata Rudy.

Warga merasa prihatin karena tower air itu tidak berfungsi dan pemasangan jaringan juga belum selesai. Bahkan ada yang menilai proyek itu terbengkalai karena kurangnya perencanaan sejak awal.

“Kami juga tidak tahu perencanaannya sejak awal. Yang jelas kami prihatin karena kenyataannya proyek itu tidak berfungsi,” jelas Eko, warga RW 4 Desa Jetis. (SM)