TPA Troketon Siap Tampung Sampah Klaten

537
Jembatan perbatasan wilayah Desa Kali Tengah Wedi dengan Desa Towangsan Gantiwarno yang dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah. Akibatnya sampah disana menumpuk dan menimbulkan bau. (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Setelah Pemerintah Desa ( Pemdes) Candirejo Kecamatan Ngawen memutuskan untuk tidak memperpanjang sewa lahan tanah kas desa sebagai tempat pembuangan akhir (TPA) sampah pada pertengahan Juni besok, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Kabupaten Klatem akan mengalihkan pembuangan sampah di TPA Desa Troketon Kecamatan Pedan.

Langkah itu dilakukan karena keberadaan TPA Troketon yang dibangun tahun 2017 dinilai sudah layak sebagai tempat untuk.menampung sampah-sampah dari seluruh wilayah di Kabupaten Klaten.

“Tanggal 13 Juni 2018 besok perjanjian sewa lahan dengan Desa Candirejo habis. Selanjutnya sampah-sampah akan dibuang ke TPA Troketon. Disana (TPA Troketon) sudah siap menampung sampah dari berbagai wilayah,” kata Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan DPU PR Mudzakir, Senin (14/5/2018).

Mantan Sekcam Wonosari Klaten itu menambahkan meski sewa lahan dengan Desa Candirejo berakhir 13 Juni namun dilokasi TPA Candirejo nanti masih akan ada kegiatan menimbun sampah dengan tanah urug. Sebab dalam perjanjian sewa lahan dua tahun lalu menyebutkan pihak Desa Candirejo berkewajiban menyediakan lahan sebagai tempat pembuangan sampah dan pihak DPU PR wajib menimbun semua sampah yang dibuang di TPA Candirejo.

Baca Juga :  Temanggung Mencari Atlet Voli Potensial

Namun dalam perjalanannya Kades Candirejo Murwanto Darmo Suwito menilai DPU PR ingkar janji karena sampah yang dibuang disana banyak yang tidak ditimbun. Karena kecewa itulah, Pemdes Candirejo memutuskan untuk tidak lagi memperpanjang perjanjian sewa lahan dengan DPU PR.

“Dulu sewanya dua tahun. Karena ini mau habis dan banyak sampah yang tidak ditimbun maka kami tidak memperpanjang lagi sewa lahan sebagai tempat untuk pembuangan sampah,” jelasnya beberapa waktu lalu.

Namun Mudzakir membantah jika Pemdes Candirejo menolak memperpanjang sewa lahan. Menurutnya, TPA Candirejo memang sudah penuh dan tidak lagi mampu menampung sampah sehingga begitu sewa berakhir maka tidak lagi diperpanjang dan selanjutnya sampah-sampah dari TPS di Kabupaten Klaten akan dibuang di TPA Troketon.

Baca Juga :  Tingkatkan Pemanfaatan TI untuk Pasarkan Produk UMKM

Ia menjelaskan produksi sampah di Kabupaten Klaten setiap harinya mencapai 40 ton. Kendala dilapangan yakni keterbatasan armada pengangkut sampah. Saat ini armada pengangkut sampah yang ada di Bidang Kebersihan dan Pertamanan DPU PR ada 20 truk, 2 unit umproll, 7 unit mobil pikap dan sejumlah kendaraan roda tiga merk Tossa dan VIAR.

Permasalahan lain yang terjadi dilapangan yakni kurangnya kesadaran warga akan arti pentingnya lingkungan bersih. Sebaliknya warga masih suka membuang sampah disembarang tempat seperti sungai, pinggir jalan dan jembatan.

Kurangnya kesadaran warga juga diakui sejumlah warga Desa Kali Tengah Kecamatan Wedi. Disana, tepatnya di jembatan batas wilayah antara Desa Kali Tengah dengan Desa Towangsan Kecamatan Gantiwarno dijadikan warga sebagai tempat pembuangan sampah. Akibatnya sampah disana menumpuk dan menimbulkan bau bagi warga yang sedang melintas. (yve)