TPS Ditutup, Pedagang Pasar Delanggu Pilih Buang Sampah di Jalan

179
TPS Sampah belakang Pasar Delanggu yang ditutup beberapa tahun lalu. (Massal Gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Para pedagang di Pasar Delanggu nekad membuang sampah di pinggir jalan stasiun gara-gara tempat penampungan sementara (TPS) sampah di belakang pasar ditutup. Akibatnya, kawasan pasar bau dan mengganggu kesehatan warga sekitar.

Ditemui di Pasar Delanggu, para pedagang mengaku tidak tahu sejak kapan penutupan TPS sampah itu. Namun kata mereka, akibat penutupan itu praktis tidak ada lagi tempat pembuangan sampah selain di pinggir jalan stasiun.

“Lha bagaimana mas. Yang jelas kami hanya bisa buang sampah di sana (pinggir jalan stasiun). Memang bau tapi ya bagaimana lagi,” kata Nuryanti, pedagang Pasar Delanggu.

Warga Desa Delanggu itu menambahkan meski sampah pasar dibuang di pinggir jalan stasiun atau tepatnya di bawah tangga Pasar Delanggu namun sampah-sampah itu rutin diambil petugas Bidang Kebersihan dan Pertamanan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR).

Baca Juga :  Warga Desak Pengembalian Fungsi Bendung Soko

Akan tetapi, tetap saja menimbulkan bau bagi pedagang, warga sekitar maupun pengguna jalan yang sedang lewat.

Terpisah, Kepala Desa Sabrang Delanggu Rohmad Wiyono dikonfirmasi terkait TPS di belakang Pasar Delanggu mengatakan jika TPS itu milik DPU dan ditutup sendiri oleh DPU.

“TPS itu punya DPU dan ditutup sendiri oleh DPU. Akibatnya sampah dibuang di pinggir jalan stasiun,” kata Rohmad Wiyono, Kamis (28/06/2018) siang.

Diakui, tumpukan sampah di pinggir jalan stasiun sangat mengganggu. Namun apa boleh buat karena Pasar Delanggu tidak memiliki TPS sampah.

Pengamatan di lapangan, TPS di belakang pasar Delanggu berada di atas saluran di wilayah Desa Sabrang. TPS itu sudah ditutup beberapa tahun lalu. Dampak penutupan TPS itu, para pedagang dan warga sekitar membuang sampah di bawah tangga pasar tepatnya di pinggir jalan stasiun. (SM)

Baca Juga :  Jauh Lebih Nyaman, Tapi Terminal Klaten Tetap Sepi