Tragedi Terowongan Almuaisem jadi Pembelajaran

227
Sebagian jamaah prngajian Almuaisem. (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Peristiwa musibah terowongan Almuaisem, Mina Saudi Arabia pada tahun 1990 yang membawa korban ratusan jamaah haji merupakan peristiwa duka yang tak pernah terlupakan. Meskipun peristiwanya sudah berlalu 27 tahun, namun jamaah haji asal DIY angkatan 1990 tetap menjalin silaturahmi Dengan menggelar pengajian dan silaturahmi rutin bulanan.

Pertemuan kelompok pengajian Almuaisem pimpinan Hj Asminah Subekti Djundan Arif berlangsung di rumah H Kartijo, Gang Arjuna, Wirobrajan Yogyakarta.

“Meskipun sudah banyak yang wafat, tetapi yang masih tersisa banyak yang tetap menjalin silaturahmi dengan hangat di kelompok pengajian yang mengambil nama terowongan itu,” kata Drg H Ircham Machfoedz MS kepada koranbernas.id, Minggu (08/10/2017).

Tahun 1990, menurut Ircham jamaah asal DIY belum mencapai satu kelompok terbang atau kloter. Kemudian ditambah dengan jamaah asal DKI Jskarta. Penggabungan dilakukan saat pesawat transit di Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta.

Pada pertemuan silaturahmi yang lslu, jamaah mendengarkan tausyiah dari H Djundan Arif.(yve)