Transaksi Belum Meningkat, Harga Sapi Merangkak Naik

149
Aktivitas pedagang sapi di Pasar Hewan Ngemplak Sleman, Minggu (08/07/2018). (nila jalasutra/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Meski Hari Raya Idul Adha atau Idul Qurban masih satu bulan lebih, harga sapi di Pasar Hewan Ngemplak Sleman sudah mulai naik.

Dari pantauan koranbernas.id, Minggu (08/07/2018) Pasar Hewan tersebut cukup ramai dengan aktivitas pedagang dari Sleman, Klaten, Jogja, Bantul. Mereka terlihat menata rapi hewan-hewan dagangannya.

Transaksi atau jual beli memang belum meningkat, namun beberapa konsumen sudah mulai melihat-lihat dan mencari sapi yang akan mereka gunakan untuk kurban di Hari Raya Idul Adha nanti.

“Harga sapi sudah mulai naik antara 2 hingga 3 juta per ekor,” kata Sarno, salah seorang pedagang sapi dari Sleman.

Diperkirakan harga sapi akan terus meningkat sampai mendekati Idul Adha.

Baca Juga :  Hujan Lebat Sebabkan Air Kali Bedog Meluap, Warga Gemahan “Tersapu Banjir”

Kenaikan harga sapi, kata Sarno, terutama terjadi untuk sapi yang standar kurban.

Harganya saat ini sudah bergerak di level Rp 17 juta- Rp 19 juta. Sebelumnya, harga hewan kurban tersebut lebih rendah sekitar Rp 2 juta hingga Rp 3 juta dibanding beberapa pekan lalu.

Sarno memprediksi harga masih akan terus menanjak hingga beberapa pekan ke depan. Pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya, puncak harga dimungkinkan terjadi pada  pasaran terakhir sebelum Idul Adha.

Jenis sapi yang paling banyak dicari untuk berkurban antara lain jenis limosin, simetal, crossing, juga peranakan ongole (sapi India) atau sapi Jawa.

Sarno menyebut, masyarakat sekarang ini cenderung mencari hewan kurban berdasarkan bobot dan kualitas daging, tidak lagi berdasarkan jenis sapi. (SM)

Baca Juga :  Polisi  Harus Lebih Memasyarakat