Transformasi UIN Tingkatkan Minat Mahasiswa

448
Prosesi wisuda UIN Sunan Kalijaga (tugeg sundjojo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — UIN Sunan Kalijaga tak lagi menjadi kampus yang berbasis agama. Selama beberapa tahun terakhir, kampus itu bertransformasi dengan memadukan ilmu agama dan sains melalui branding center of excellence.

Berkat perubahan tersebut, minat mahasiswa untuk berkuliah di kampus tersebut semakin meningkat dari tahun ke tahun. Di tahun akademik 2017/2018, sebanyak 30.236 pendaftar untuk memperebutkan 3.372 kuota kursi mahasiswa baru.

“Kami membatasi kuota mahasiswa baru untuk mengasilkan lulusan yang unggul,” ujar Wakil Rektor I Bidang Akademik UIN Sunan Kalijaga, Prof Sutrisno dalam wisuda 990 sarjana baru di kampus setempat, Rabu (23/8/2017).

Menurut Sutrisno, untuk memenuhi ekspektasi stakeholder yang tinggi saat ini, UIN Sunan Kalijaga membuka program studi (prodi Magister (S2) baru. Yakni Prodi Ilmu Hukum, Pendidikan Islam, Prodi Bahasa dan Diplomasi, Sains, Bimbingan dan Konseling Islam dan Psikologi.

Dibukanya Prodi-Prodi S2 baru tersebut dibarengi dengan penambahan gedung terpadu FEBI dan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Selain itu sejumlah sarana dan prasarana yang memadahi dalam rangka mendukung proses belajar mengajar di kampus tersebut.

UIN Sunan Kalijaga juga membuka lagi kerjasama dengan Institut of Islamische Religion (IRPA) Republik Austria dalam pengembangan Bahasa Arab dan kajian Al Qur’an (tajwid), program pertukaran Dosen Maqasid al-Syariah, pembentukan Sunan Kalijaga Corner. Selain itu joint studi library management and research dengan Universitas Georg August Gottingen Jerman, kerjasama dengan Pemerintah Spanyol untuk memberikan trainning imam dan khatib.

“Kerjasama dengan Universitas Imam Muhammad bin Su’ud Al Islamiyyah (IMAMU) Arab Saudi (mendirikan Pusat pelatihan Pengajaran bahasa Arab untuk perguruan tinggi, sekolah dan pesantren di Indonesia, kerjasama pengembangan sains dan teknologi dengan PTKIN seluruh Indonesia juga dilakukan,” ungkapnya

Kerjasama pengembangan riset bidang energi, electrical engineering, matematics, mechanics, automatics, architecture dan urbanism dengan beberapa universitas di Perancis juga dilakukan. Begitu pula kerjasama dalam peningkatan kualitas pendidikan disabilitas perguruan tinggi di Indonesia dengan tiga konsorsium universitas di Eropa dan 6 universitas di Indonesia.

“UIN Sunan Kalijaga dipercaya sebagai leading unit-nya,” jelasnya.

Kampus itu juga tengah mengembangkan Pusat Psikologi Terapan yang konsen melakukan assesment bagi calon-calon pejabat di Indonesia. Bahkan serius melakukan pencegahan potensi perkembangan paham-paham radikalisme dan anti Pancasila-NKRI di dalam kampus.

“Kami melakukan pembinaan secara intensif terhadap dosen, karyawan dan mahasiswa, dan kajian-kajian di pusat studi pancasila dan Bela Negara yang baru saja didirikan,” imbuhnya.(yve)