Trikarya Pusat Harus Dukung Munaslub

161

KORANBERNAS.ID — Koordinator Forum Komunikasi Ormas Hastakarya DIY, Drs Gandung Pardiman MM, mendorong Trikarya pusat mendukung pelaksanaan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar dan memilih Airlangga Hartarto (AH) sebagai ketua umum (Ketum).

“Kami dari Trikarya DIY minta agar Trikarya tingkat pusat segera menentukan sikap bersama, untuk mendukung munaslub dan memilih AH menjadi ketum,” ungkap Gandung Pardiman, Rabu (29/11/2017).

Sebagai ormas pendiri, Trikarya mempunyai kewajiban moral maupun organisasi untuk menyelamatkan Partai Golkar yang di ambang kehancuran.

“Satu satunya kata kunci penyelamatan Golkar hanya dengan jalan munaslub secepatnya. Pertengahan Desember ini  harus tuntas, dan segera menegaskan kembali pada jati diri partai dengan paradigma barunya yang merakyat, demokratis antikorupsi dan berkarya untuk rakyat,” paparnya.

Dengan begitu, Golkar makin dicintai dan dipercaya rakyat. Melalui munaslub, Golkar harus memilih pengurus berkarakter,  memiliki PDLT (Prestasi, Dedikasi, Loyalitas dan Tidak Tercela),  antikorupsi dan mampu membawa Golkar bangkit dan jaya kembali.

Baca Juga :  Bupati pun Ikut Proses Coklit

“Sekarang ini kader Golkar ada dua   tipikal kader yaitu kader prokorupsi atau kader hitam dan kader antikorupsi atau kader putih. Kader hitam harus direhabilitasi dulu. Saat ini kader antikorupsi atau kader putih inilah yang harus tampil. Kader putih tidak akan menjadi beban partai sedang kader hitam akan menjadi beban partai,” kata dia.

Ketua Ormas MKGR DIY ini lebih lanjut menyatakan, Trikarya pusat harus menjadi pelopor terdepan mendukung AH menjadi ketum, sebagai representasi kader putih yang bersih antikorupsi.

Menurut dia, ada beberapa keunggulaan AH. Pertama, AH didukung Jokowi yang artinya sudah satu jalan dan satu pilihan. “AH sudah di hati kedua beliau ini,” ungkapnya.

Baca Juga :  PMI Sleman Gelar Lomba Paduan Suara Tingkat SLTA

Kedua, lanjut Ketua Wantim DPD Partai Golkar DIY ini, AH didukung oleh mayoritas daerah. Semua kader daerah mengharap agar ketum tidak menjadi beban partai dan tidak tersangkut urusan penegak hukum.

Ketiga, AH bisa merangkul semua pihak  familier dan nasionalis sejati. Keempat, AH berlatar belakang ekonomi yang kuat dan tidak serakah dan rakus serta tidak memiliki watak mau menang sendiri .

Keunggulan kelima, AH kader yang berkarakter dan memiliki jiwa kepemimpinan yang cerdas. “Dan juga perlu tahu AH memiliki daya pikat bagai senjata semar mesem atau semar senyum. AH cocok memimpin Partai Golkar di saat seperti ini,” kata Gandung. (sol)