Truk Galian C Harus Hati-hati Lewati Gondang-Basin

177

KORANBERNAS.ID — Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten memperbaiki dan membangun jalan di wilayahnya pada tahun ini layak diacungi jempol. Apalagi harus mengalokasikan anggaran yang cukup besar. Namun pembangunan ruas jalan itu hendaknya dibarengi dengan kesadaran pengguna jalan agar kondisi jalan yang dibangun bisa tetap awet dan tahan lama.

Seperti pembangunan ruas jalan Gondang-Basin Kebonarum dengan konstruksi beton. Pembangunan ruas jalan dengan anggaran lebih dari Rp 5 Miliar itu dimaksudkan agar tahan lama mengingat ruas jalan itu sering dilalui truk pengangkut Galian C dari kawasan Merapi.

“Konstruksi cor beton sangat tepat untuk jalan ini agar tetap awet. Sebab setiap hari ada ratusan bahkan mungkin seribu truk pasir yang lewat sini,” kata Sutarjo, warga Gondang Jogonalan, Sabtu (14/1/2017).

Baca Juga :  Pengamanan Perlintasan Kereta Diperketat

Dia berharap jika ruas jalan itu nanti benar-benar selesai dan bisa dilalui oleh umum maka pengguna jalan agar lebih berhati-hati karena ruas jalan itu banyak tikungan.

“Selain itu di daerah Basin dan di belakang Pabrik Gula Gondang juga merupakan kawasan padat.penduduk dan ramai lalu lintas,” ujarnya.

Jika ruas Jalan Gondang-Basin dibangun dengan konstruksi beton agar awet, tidak demikian halnya dengan ruas Jalan Basin-Gayamprit. Ruas jalan itu dibangun dengan aspal biasa karena bukan jalur resmi untuk truk galian C.

Meski bukan jalur resmi galian C namun setiap hari ada saja truk pasir dari kawasan Merapi yang melintas ke arah Gayamprit maupun ke arah Bendogantungan. Akibat muatan yang berlebihan, jalan yang baru selesai diaspal beberapa waktu lalu mulai rusak. Sebab status jalan itu masih dalam masa pemeliharaan maka penyedia jasa yang mengerjakan ikut bertanggungjawab jawab untuk memperbaiki.

Baca Juga :  Kunjungi Anggotanya, Kapolres Bantul Sampaikan Pesan yang Menyentuh Hati

“Paket itu memang sudah selesai. Tetapi karena ada yang rusak tetap akan kami perbaiki,” kata Yuli, penyedia jasa yang menggarap proyek itu.

Banyak kalangan menyesalkan masih adanya truk galian C yang melintas bukan pada jalur resmi. Akibatnya beberapa ruas jalan yang sedang atau baru selesai dibangun kembali rusak.

“Harusnya dinas terkait dalam hal ini Dinas Perhubungan lebih tegas lagi. Kalau memang jalan itu bukan jalur resmi buat mereka (galian C) ya ditindak saja. Percuna jalan diperbaiki toh nantinya rusak lagi karena dilalui truk pasir,” tutur Suhadi, warga Nglinggi Klaten Selatan.(yve)