Truk Mogok di Pringkasap, Jadwal Kereta Terhambat

488
Truk tronton mogok di perlintasan rel antara Stasiun Pringkasap dan Pasirbungur, Cirebon, Minggu (15/10/2017). (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Gara-gara sebuah truk tronton yang mengangkut crane mogok tepat di tengah perlintasan rel antara Stasiun Pringkasap dan Pasirbungur, Subang, Jawa Barat, Minggu (15/10/2107), seluruh perjalanan kereta baik dari dan menuju Cirebon jadi terhambat.

“Dua jalur, baik dari hulu maupun hilir, tertutup badan truk,” ujar Manager Humas Daop 3 Cirebon, Krisbiyantoro, Minggu (15/10/2017).

Kris menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 01:25. Akibatnya, perjalanan puluhan kereta dilaporkan tertahan di sejumlah stasiun sebelum lokasi kejadian.

Ia menyebutkan, rata-rata, setiap kereta sudah mengalami keterlambatan mulai dari satu hingga dua jam. Hingga saat ini, truk tersebut masih belum bisa dievakuasi.

Akibat kejadian itu, evakuasi truk itu menjadi lebih sulit, lantaran crane tidak dapat dioperasikan. Pihaknya juga sudah menghubungi perusahaan crane terdekat, untuk menarik truk nahas tersebut.

“Crane tidak bisa diturunkan dari truk, dikarenakan tidak bisa distarter akibat baterai mati,” jelasnya.

Baca Juga :  Plaza Ambarrukmo Gelar Perayaan Imlek Empat Negara

Menurut Kris, truk dengan nomor polisi B 9598 UIV tersebut mengangkut crane yang rencananya akan digunakan untuk mengevakuasi tumpukan kereta di Stasiun Cikaum. Pihaknya juga meminta maaf kepada seluruh pengguna jasa kereta api atas keterlambatan jadwal yang diakibatkan peristiwa itu. Apalagi, peristiwa terjadi pada hari Minggu, saat jumlah penumpang dan tingkat aktivitas kereta api cukup tinggi.

Perlintasan KA Stasiun Pringkasap dan Pasirbungur, Cirebon, Minggu (15/10/2017). (istimewa)

Sebelumnya Manager Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto, Ixfan Hendriwintoko membenarkan adanya kelambatan di beberapa KA yang melintas di Daop 5 akibat dari truck mogok di Pasirbungur sekira pukul 01.25 tepatnya di KM 109+2/3 JPL no 43 petak jalan antara pringkasap-pasirbubur wilayah Daop 3 Cirebon.

“Akibat kejadian itu, jalur hulu dan hilir terjadi rintang jalan (RINJA), setelah dilakukan evakuasi maka pada pukul 08.35 jalur hulu bisa dilakui dengan puncak kecepatan 5 km/jam. Kereta Api pertama yg melewati adalah KA 73 (HARINA) dan pada 10.10 jalur hulu dapat dilalui dengan kecepatan tidak lebih 10 km/jam, sedang jalur hilir bisa dilalui 60 km/jam,” ujarnya.

Baca Juga :  Sebagian Kaliurang Hujan Pasir

Dengan kejadian tersebut, PT KAI menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan KAI. Sebab pelayanan yang diberikan menjadi tidak nyaman.

“Namun kami akan melakukan pelayanan sesuai standar operasional prosedur tatkala terjadi gangguan,” imbuhnya.(yve)

Keterlambatan KA yang melintas di Daop 5 pada pukul 14.08 sebagai berikut:

1. KA 192 (Kutojaya Utara), posisi di stasiun Ciledug terlambat 298 menit.
2. KA 118 (Fajar Utama), posisi di stasiun Ketanggunganbarat terlambat 260 mnt
3. KA 154 (Gajahwong), posisi di stasiun Karangsuwung terlambat 250 mnt.
4. KA 122 (Sawunggalih), posisi di stasiun Cirebonprujakan terlambat 185 menit.
5. KA 10 (Argo Dwipangga), posisi di stasiun Jatinegara terlambat 360 menit
6. KA 52 (Taksaka), posisi belum berangkat dari Stasiun Gambir.

sumber: PT KAI DAOP 3