Truk Sampah Harus Wangi

294
Excavator (backhoe) mini meratakan sampah di TPA Candirejo Kecamatan Ngawen Klaten.  (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten Jawa Tengah mewajibkan truk pengangkut sampah harus berbau wangi. Semua armada yang hendak membuang sampah ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) sampah Candirejo, terlebih dahulu melewati penyemprotan pewangi oleh petugas di depan Kantor Kepala Desa Candirejo. Tujuannya agar tidak menimbulkan bau pada saat melewati permukiman penduduk.

Diperoleh informasi,  setiap hari sebanyak 15 dump truck, 7 colt dan 5 unit kendaraan roda tiga menumpahkan sampah di TPA Candirejo. Sampah-sampah itu berasal dari berbagai tempat seperti pasar, perumahan, perkantoran dan tempat pembuangan sampah sementara.

Di sisi lain, Pemerintah Desa (Pemdes) Candirejo Kecamatan Ngawen Kabupaten Klaten mengancam akan menghentikan kerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) terkait sewa  penggunaan tanah kas desa untuk TPA sampah. Alasannya, DPU PR dinilai mengabaikan kewajibannya sehingga Pemdes Candirejo memandang perlu mengambil sikap tegas.

Baca Juga :  Rame-rame Membersihkan Sungai Gajah Wong

Kepala Desa Candirejo Muryanto Darmo Suwito mengatakan, kewajiban pihak DPU PR yang belum direalisasikan seperti yang disebutkan sejak awal yakni pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU) menuju TPA dan menimbun sampah yang dibuang di TPA.

“Pada saat penandatanganan MoU setahun lalu Dinas Pekerjaan Umum (DPU) janji mau pasang lampu dari depan RSI (Rumah Sakit Islam) hingga TPA. Tetapi hingga sekarang lampu ke TPA belum juga dipasang. Bahkan sampah yang dibuang juga tidak ditimbun,” katanya.

Perjanjian kerja sama sewa tanah kas Desa Candirejo untuk TPA berlangsung selama 2 tahun sejak 2016 hingga 2018. Kompensasi dari sewa tersebut, Pemdes Candirejo menerima kontribusi sebesar Rp 40 juta. Setelah setahun perjanjian berjalan pihak DPU PR dinilai ingkar janji.

Pihak DPU PR melalui Kabid Kebersihan dan Pertamanan (KP) Muh Anwar Shodiq dan Kasi Pengelolaan Sampah Widodo mengatakan, pemasangan PJU menuju TPA dilakukan bertahap. Sedangkan sampah-sampah yang dibuang juga akan ditimbun semua.

Baca Juga :  Layanan Publik Tetap Buka Selama Libur Lebaran

“Lampu akan dipasang secara bertahap dan sedang dilelangkan. Sampah juga akan ditimbun seperti lainnya,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Kepala Bappeda Klaten,  Bambang Sigit Sinugoho, menjelaskan Pemdes Candirejo telah menerima kompensasi yang cukup besar dari perjanjian kerja sama pembuangan sampah. Kompensasi berupa anggaran lebih dari Rp 800 juta itu digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan warga Candirejo.

Pengamatan di lapangan, aktivitas pembuangan sampah menuju TPA Candirejo rutin dilakukan. TPA Candirejo merupakan satu-satunya TPA di Kabupaten Klaten pasca-penutupan TPA Jomboran Klaten Tengah dan TPA Joho Prambanan. Karenanya, jika Pemdes Candirejo menghentikan kontrak tahun depan maka dikhawatirkan Pemkab Klaten tidak memiliki TPA seperti yang terjadi 2 tahun lalu, tumpukan sampah terjadi dimana-mana. (sol)