Truk Tonase Tinggi Nekat Beroperasi

Sopir Alihkan Rute, Kucing-kucingan dengan Petugas

121
Truk bertonase tinggi muatan air minum dalam kemasan nekat beroperasi di jalan utama Solo-Jogja Desa Tangkisan Pos Kecamatan Jogonalan. (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Meski dilarang beroperasi pada H-3 Lebaran Idul Fitri 1439 Hijriyah namun sejumlah truk bertonase tinggi nekat beroperasi di jalan utama Jogja-Solo.

Menariknya truk-truk tersebut tidak ditindak oleh petugas kepolisian maupun Dinas Perhubungan Klaten.

Di ruas Jalan Jogja-Solo tepatnya di wilayah Desa Tangkisan Pos Kecamatan Jogonalan, Selasa (12/06/2018) siang, sejumlah truk bertonase tinggi muatan air minum dalam kemasan (AMDK) dan bahan bangunan tampak beriringan melaju dari arah Klaten menuju Jogja.

Kehadiran truk-truk itu mengganggu kelancaran arus lalu lintas pada H-3 lebaran. Apalagi H-3 diperkirakan puncak arus mudik di Klaten.

“Insstruksi dari pusat H-3 hingga H+3 lebaran semua truk selain angkutan BBM dan kebutuhan pokok dilarang beroperasi. Sedangkan di Klaten H-7 hingga H+7 lebaran seluruh truk muatan Galian C dilarang beroperasi,” kata Sudiyarsono, Sekretaris Dinas Perhubungan Klaten.

Baca Juga :  Merti Desa Berlangsung Sehari Semalam

Dia mengakui meski sudah ada larangan namun di lapangan masih tetap ada satu dua yang beroperasi. Penindakannya ada di Satlantas Polres Klaten.

“Dalam rakor lintas sektoral di Polres Klaten beberapa waktu lalu sudah kami sampaikan semuanya. Dan Polres pun merespons,” jelas Sudiyarsono.

Pengamatan di lapangan hingga H-3 lebaran masih ada truk bertonase tinggi bukan bermuatan BBM dan kebutuhan pokok nekat beroperasi.

Sayangnya tidak ada tindakan tegas dari petugas. Sedangkan truk bermuatan Galian C ada yang beroperasi kucing-kucingan agar tidak diketahui petugas.

Sopir truk mengubah rute yang dilalui pada hari biasa. Jika pada hari biasa rute truk Galian C dari arah Jatinom ke Boyolali maka dengan adanya larangan beroperasi pada H-7 hingga H+7 maka sopir truk itu mengalihkan rute dari arah Jatinom belok kanan lewat Desa Majegan Kecamatan Tulung dan keluar di Desa Ponggok.

Baca Juga :  Empat Jamaah Haji Meninggal Sebelum Berangkat

Selanjutnya dari arah Ponggok mereka melalui perempatan Desa Tulung menuju Boyolali atau lewat Desa Janti Polanharjo dan Delanggu menuju arah Solo dan sekitarnya. (sol)