Tsunami Datang ? Warga Pantai Gunungkidul Tak Lagi Takut

377
Petugas gabungan mengevakuasi salah satu korban, pada gladi bencana tsunami di Pantai Slili, Selasa (29/8/2017). (st aryono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Kondisi geografis di Kabupaten Gunungkidul yang punya panjang pantai sekitar 80 km, rawan terjadinya bencana alam tsunami. Dengan kenyataan itulah, warga kawasan pantai dituntut selalu siaga menghadapi bencana ini.

“Alasan itulah yang mendasari digelarnya kegiatan penanggulangan bencana tsunami di Gunungkidul,” kata Asek 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemrov DIY, Sulistyo usai mengikuti simulasi desa tangguh bencana (destana) di kawasan Pantai Slili Desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus, Selasa (29/8/2017).

Peserta gladi penanggulangan bencana, mulai dari BPBD Provinsi, BPBD Gunungkidul, PMI dan elemen masyarakat mengasah naluri dalam menghadapi setiap situasi bencana. Untuk itu, Sulistyo menegaskan, jajarannya siap berkoordinasi dan bekerjasama dengan semua pihak terkait.

Baca Juga :  Lampu Antik Semin Tak Kalah Bersaing dengan Produk China

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DIY, Krido Suprayitno mengatakan, Gunungkidul merupakan daerah yang memiliki potensi bencana alam cukup tinggi dan memerlukan kesigapan banyak pihak. Dia mengungkapkan, dari total 144 desa yang ada di Gunungkidul, saat ini sudah terbentuk 25 desa tanggap bencana.

Dengan adanya sosialisasi hingga gladi lapang diharapkan dapat memberikan informasi dan pemahaman secara terbuka bahwa wilayah yang mereka tempati termasuk rawan bencana tsunami. Seluruh komponen berlatih bersama sesuai standar operasional prosedur (SOP). Dengan adanya pelatihan kesiapsiagaan metigasi pengurangan bencana tsunami menjadi lebih baik.

“Evaluasi dari kegiatan destana cukup banyak, satu diantaranya peran masyarakat dioptimalkan terutama SAR linmas,” ujarnya.

Baca Juga :  Dimas Gunungkidul Putra Asli Daerah

Pada gladi ini diperagakan terjadinya bencana tsunami dengan banyak korban jiwa. Masyarakat bersama petugas gabungan melalukan evakuasi terhadap para korban. Ratusan warga yang mengungsi juga mendapat penanganan, begitu juga korban yang luka. (yve)