Tujuh Kali “Nyolong”, Malmot Ngaku Kapok

225
Polsek Srandakan menangkap pelaku curanmor dan diamankan di Polsek setempat seperti dihadirkan dalam saat jumpa pers, Kamis (12/10). (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berhasil ditangani oleh Unit Reskrim Polsek Srandakan. Tersangka berinisial Nsk (19 tahun) berhasil dibekuk petugas, berikut barang bukti berupa satu unit sepeda motor dengan nomor polisi (nopol) AB 5363 NT warna hitam yang diamankan di Mapolsek Srandakan.
Kapolsek Srandakan Kompol Slamet bersama Panit II Satreskrim Polsek Srandakan Ipda Deni Ismail pada jumpa pers, Kamis (12/10) siang, menyebutkan kasus yang melibatkan tersangka Nsk sebagai maling motor (malmot) itu merupakan kasus pertama yang diungkap di bulan Oktober ini.
“Untuk kasus curanmor ini adalah yang pertama kali terjadi di bulan Oktober,” kata Kapolsek.
Tersangka yang masih terbilang muda itu akan diproses hukum dan dijerat dengan pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.
Sedangkan Ipda Deni mengatakan kasus tersebut terjadi pada Rabu (11/10) sekitar pukul 12:30 di Dusun Ngentak Desa Poncosari Kecamatan Srandakan. Saat olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), polisi menemukan sebuah tas.
Tas itulah yang kemudian menjadi petunjuk utama untuk melacak tersangka. Menurut informasi warga yang melihat atau menjadi saksi mata, tersangka yang kala itu mengenakan baju kotak-kotak adalah pekerja proyek pengaspalan jalan yang tidak jauh dari TKP.
Berbekal informasi itulah polisi mengecek ke lokasi proyek dan dipastikan jika tersangka adalah Nsk yang beralamat di Perum Trimulyo Kecamatan Jetis. Tak perlu menunggu lama, tim langsung bergerak ke rumah tersangka.
Saat petugas melintas di daerah Dusun Barongan Kecamatan Jetis, petugas melihat Nsk sedang menuntun motor curian karena kehabisan bensin. Sore itu juga tersangka langsung diamankan berikut barang bukti sepeda motor ke Mapolsek Srandakan.
“Kami masih lakukan pengembangan dan penyelidikan, mengingat keterangan tersangka labil dan berubah-ubah,” kata Deni.
Selain motor curian, petugas juga mengamankan motor Yamaha Vega milik tersangka yang diamankan dari lokasi proyek.
“Jadi tersangka ini motornya ditaruh di proyek. Lalu jalan-jalan dan mencuri motor ini,” tambahnya.
Berubah-ubahnya pengakuan tersangka, tambah Deni, diduga kuat akibat pengaruh minuman beralkohol yang memang dikonsumsi tersangka sebelum mencuri. Aparat pun juga sempat mendapat pengakuakn dari tersangka yang mengonsumsi psikotropika bermerk pil Yarindo atau yang populer dengan sebutan pil sapi.
Hal itu terlihat saat awak media saat mewawancarai Nsk. Dengan gaya yang tidak merasa menyesal, Nsk mengaku telah mencuri tujuh kali dengan tiga kali di antaranya tertangkap polisi.
“Sudah nyolong tujuh kali yang ketangkap tiga kali. Yang empat tidak tertangkap. Saiki uwis kapok, ini mencuri yang terakhir,” tandas NSK.
Menurut tersangka, hatinya tergoda untuk mencuri saat berjalan-jalan dan melihat motor dengan kunci yang masih menempel. “Setelah tengok kanan kiri aman, ya tak bawa kabur. Saya sempat dikejar-kejar warga juga,” tutur dia.
“Belum sempat menjual, malah wis konangan ketangkep lagi,” lanjut Nsk yang saat itu mengenakan baju tahanan warna biru.
Sebelumnya, dia berencana menggunakan uang hasil curian untuk minum-minuman keras dan bersenang-senang. “Kalau dulu saya mencuri dengan teman, nggak tahu sekarang di mana, katanya sudah kuliah. Saya biasanya dapat bagian Rp 300.000. Tapi, kalau sekarang beraksi sendiri,” tambahnya. (ros)

Baca Juga :  Air dan Tanah Bakal Jadi "Sangu" Bedhol Desa