Tujuh Kawasan Candi Bertabur Pentas Seni

55
Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, HY Aji Wulantara SH MHum. (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Sleman melalui program Dana Keistimewaan (Danais) menyelenggarakan gelar seni di tujuh kawasan candi yang tersebar di wilayah Kecamatan Berbah, Prambanan dan Kalasan.

Praktis selama tujuh hari berturut-turut 1-7 Oktober 2018 pukul 19:30 sampai selesai, kawasan tersebut bertabur pentas seni.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, HY Aji Wulantara SH MHum, di kantornya Kamis (27/09/2028) mengatakan, agenda acara di tujuh kawasan candi tersebut dimulai Senin (01/10/ 2018) di kawasan Candi Abang Jogotirto Berbah dengan materi Parade Tari Tradisional Gaya Yogyakarta oleh Sanggar  Putu Kerto Sendangtirto Berbah.

Selasa 2 Oktober 2018 di kawasan Tebing Breksi Sambirejo Prambanan dengan materiPergelaran Ramayana Full Story oleh Sanggar Ngrayung Bokoharjo Prambanan.

Baca Juga :  Belajar Bikin Manuk-manukan di Kampung Dolanan

Rabu 3 Oktober 2018 di kawasan Candi Banyunibo Bokoharjo Prambanan dengan materi Legenda Bandung Bondowoso oleh Sanggar Puri Prambanan.

Kamis 4 Oktober 2018 di kawasan Candisari Tirtomartani Kalasan dengan materi Sendratari Brojonoto Sayembara oleh Sanggar Wayang Topeng Pedhalangan Kalasan.

Berikutnya, Jumat 5 Oktober 2018 di kawasan Candi Sambisari Purwomartani Kalasan dengan materi Sendratari Sayemprobo Paeka oleh Sanggar Magada Kalasan.

Sabtu 6 Oktober 2018 di kawasan Candi Kalasan Tirtomartani Kalasan dengan materi  Sendratari Babad Kalasan oleh Sanggar Tharah Bhawana Tirtomartani Kalasan.

Sedangkan Minggu 7 Oktober 2018 gelar seni berlangsung di kawasan Candi Ijo Sambirejo Prambanan dengan materi Tari Menak Kokarib oleh Sanggar Cikrak Kina dari Prambanan.

Baca Juga :  Masalah Emansipasi Sudah Selesai

“Gelar Seni di kawasan candi tersebut dimaksudkan sebagai wahana menumbuhkan aktualisasi dan apresiasi seniman dan budayawan di kawasan candi,” kata Aji.

Selain itu, juga dimaksudkan untuk mengakomodasi dan memfasilitasi daya kreasi seniman dan budayawan sebagai pelaku, pemerhati maupun pengamat budaya, serta meningkatkan kualitas potensi kawasan candi dalam rangka mendukung pengembangan sektor pariwisata di masa mendatang. (sol)