Tujuh Warga Playen Keracunan Makanan Hajatan

176
Korban keracunan yang diduga berasal dari makanan hajatan, dalam perawatan Puskesmas Playen, Kamis (22/2/2018). (sri widodo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Sebanyak tujuh warga di Desa Ngawu, dan Desa Getas, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul dilarikan ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Playen I katena mengeluhkan sakit perut dan pusing. Mereka diduga mengalami keracunan makanan, Kamis (22/02/2018) setelah menyantap makanan hidangan hajatan.

Para korban diduga keracunan yakni Siti Wahidatun (37), Khamdani (37), Setyo Budi Wibowo (27), Subhan Khoirul Anwar (14), Maratu Sholekah (29), warga Dusun Tumpak RT 21/03 Desa Ngawu, Kecamatan Playen, Gunungkidul. Tuji (56) dan Jumarti (50), warga Dusun Getas RT16/03 Desa Getas, Kecamatan Playen, Gunungkidul. Kesemuanya masih satu hubungan kerabat.

Salah seorang korban, Jumarti, menceritakan, awal mula kejadian pada hari Rabu (21/02/2018). Saat itu salah seorang kerabatnya dari Imogiri, Bantul, mengirimkan makanan dari acara hajatan pernikahan yang akan dilangsungkan pada pekan mendatang.

Baca Juga :  Siskeudes Percepat Kerja Bendahara Desa

Tanpa curiga, dirinya beserta suaminya, Tuji Hadi Prayitno (50), dan satu kerabatnya menyantap makanan tersebut. Dua kali, di waktu siang hari dan malam hari. Baru pada keesokan harinya, Jumarti merasakan sakit di bagian perutnya, diiringi mual, demam dan pusing di kepala.

Lantas, suaminya, Tuji, langsung mengambilkan obat dari bidan di desanya. Namun kondisi Jumarti malah semakin memburuk. Jumarti pun langsung dibawa ke Puskesmas Playen untuk mendapatkan penanganan medis.

“Jam setengah enam sore itu saya merasakan mual dan pusing. Saya sempat minta obat ke bidan, tetapi masih sakit. Baru kemudian jam 12 siang itu dibawa ke Puskesmas Playen, karena tak kunjung membaik,” tutur Jumarti.

Baca Juga :  Sarasehan Budaya Digelar di Kandang Kebo

Suami Jumarti, Tuji, mengatakan, tak ada keanehan pada makanan yang dikirim oleh kerabatnya tersebut, baik dari segi rasa, bau maupun bentuk makanannya. Dirinya pun sempat memakan makanan tersebut, beruntung dirinya tak merasakan sakit seperti yang diderita istrinya, Jumarti.

“Makanannya sama, seperti ayam, bihun, nasi, tidak ada rasa, bau, atau bentuk yang aneh. Saya juga makan, meskipun ada sedikit pusing, tapi masih bisa saya tahan. Istri saya yang mengeluhkan sakit. Keluarga lain di Ngawu juga mengeluhkan sakit,” tutur Tuji.

Hingga kini, sebanyak tujuh orang yang masih satu keluarga tersebut masih dirawat di Puskesmas Playen, di Kecamatan Playen, Gunungkidul. Kondisi mereka mulai membaik usai mendapatkan penanganan medis. (yve)