Uang Kuno untuk Museum Benteng Vredeburg

221
Kepala Museum Benteng Vredeburg, Zaimul Azzah, menerima penyerahan koleksi uang kuno, Jumat (27/04/2018). (dwi suyono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Koleksi Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta bertambah menyusul adanya penyerahan uang kuno terdiri dari 220 lembar uang kertas dan 96 keping uang logam, Jumat (27/04/2018).

Koleksi tersebut diserahkan oleh pemiliknya R Sya’ban yang diwakili putranya, Aji Prabowo, kemudian diterima oleh Kepala Museum Benteng Vredeburg, Zaimul Azzah.

“Penyerahan berbagai benda bersejarah ke pihak museum merupakan salah satu bentuk kesadaran masyarakat terhadap posisi museum sebagai instansi pemerintah yang merawat dan menjaga benda-benda peninggalan masa lalu,” kata Zaimul Azzah.

Bagi museum, benda-benda peninggalan itu memiliki nilai penting khususnya untuk keperluan edukasi bagi generasi sekarang.

Koleksi-koleksi tersebut merupakan bagian penting dari sejarah bangsa, sebab keberadaan bangsa Indonesia sekarang ini tidak lepas dari kehidupan di masa lalu.

Baca Juga :  Sekolah Ini Akhirnya Punya Komputer untuk UN

“Ini langkah tepat karena benda-benda tersebut memiliki nilai lebih bagi generasi mendatang. Museum Benteng Vredeburg sangat terbuka menerima koleksi benda bersejarah yang nantinya bisa dilihat khayalak ramai,” tambahnya.

Sedangkan Aji Prabowo mengatakan dengan diserahkan ke pihak museum maka benda-benda langka yang selama ini dipelihara oleh keluarganya menjadi semakin berguna sebagai sumber pengetahuan bagi masyarakat secara luas.

Dalam kesempatan itu, Museum Benteng Vredeburg juga menerima penyerahan koleksi tanda penghargaan Adi Manggalaya Krida dari tokoh olahraga Mamik Surasmi Suhardo.

Terpisah, pengamat budaya yang juga praktisi pendidikan dari Jendela Pendidikan Nusantara, Warsita, mengemukakan model pendidikan yang dibutuhkan bangsa saat ini adalah melihat langsung dan meneladani.

Baca Juga :  Jogja Miliki Banyak Sesar Gempa, Tak Perlu Khawatir

Menurut dia, dengan berkunjung ke museum serta menyaksikan kelengkapan koleksi benda bersejarah, dengan sendirinya para pelajar maupun generasi muda memperoleh tambahan wawasan dan pengetahuan. (sol)