Ubur-ubur Serang Puluhan Wisatawan Pantai Selatan

187

KORANBERNAS.ID — Puluhan wisatawan di kawasan pantai selatan Gunungkidul menjadi korban serangan ubur-ubur. Tercatat tiga lokasi menjadi kawasan terbanyak serangan hewan yang kerap disebut impes tersebut.

Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II Pantai Baron, Marjono mengatakan selama musim libur lebaran ini tercatat ada 32 orang mengalami kecelakaan laut. Kebanyakan dari mereka merupakan korban sengatan ubur-ubur.

“Kebanyakan korban laka laut itu karena sengatan ubur-ubur, ada 27 disengat dan sisanya 5 orang yang mengalami kecelakaan laka laut akibat tergulung ombak dan terseret arus sungai,” kata Marjono, Rabu (20/06/2018).

Marjono menambahkan, banyaknya korban sengatan ubur-ubur terjadi di tiga pantai, yakni Sepanjang, Drini dan Krakal. Serangan sendiri terjadi sekitar siang menjelang sore hari.

Baca Juga :  Warga dan Komunitas Berbagi Masker

“Korban anak-anak sampai dewasa itu biasanya mengalami laka laut akibat ubur-ubur sekitar pukul 14.00 WIB,” terang Marjono.

Diakui Marjono, meskipun banyak korban berjatuhan, namun tidak ada yang mengalami sampai luka berat. Hal tersebut karena cepatnya penanganan yang dilakukan serta ketersediaan obat di Pos SAR dan  Puskesmas maupun klinik terdekat.

“Akibat serangan ubur-ubur tidak ada yang mengalami luka serius. Hanya saja kita masih kekurangan tabung oksigen. Sehingga kita terpaksa melarikan korban ke puskesmas dan klinik terdekat,”  sambungnya.

Pihaknya memperkirakan, serangan ubur-ubur akan segera berakhir. Namun demikian, waktu tepatnya belum dapat dipastikan, sebab faktor cuaca saat ini cepat berubah.

Sementara itu satu diantara korban yang tersengat ubur-ubur di Pantai Sepanjang, Resi (17) warga Jambu Kidul, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten mengaku bahwa nafasnya terasa sesak dan  tubuhnya merasa gatal serta sakit perut akibat sengatan ubur-ubur. (yve)

Baca Juga :  Angin Barat, Gelaran JAS Digeser Februari