UGM-Ewindo Wujudkan Bank Genetika Sayuran Pertama di Indonesia

61
Simon Groot berbincang dengan DR Ika Dewi Ana dan sejumlah kolega disela-sela peresmian Bank Genetik Sayuran di Berbah, Jumat (24/08/2018). (Surya Mega/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID—Setelah menanti cukup lama, Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama PT East West Seed Indonesia (Ewindo) akhirnya meresmikan bank genetik sayuran yang pertama kalinya ada di Indonesia, Jumat (24/08/2018). Fasilitas ini dibangun di kompleks Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) UGM, Tanjungtirto, Kalitirto, Berbah, Kabupaten Sleman.

Pendirian bank genetik sayuran ini, diharapkan menjadi babak baru bagi upaya menyelamatkan kekayaan plasma nutfah di Indonesia, khususnya untuk jenis sayuran. Sumber daya genetik khususnya sayuran yang mulai menghilang, diharapkan dapat digali lagi dan “dimuliakan” atau dilestarikan melalui fasilitas ini.

Founder Ewindo, Simon Groot menyebutkan pendirian bank genetik sayuran ini merupakan langkah besar dalam upaya menjaga sumber daya genetik sayuran di Indonesia. Melalui fasilitas ini diharapkan ke depan dapat dihasilkan varietas tanaman sayur yang lebih unggul dan tahan terhadap serangan penyakit.

Simon mengatakan, saat ini telah dilakukan berbagai penelitian dan menghasilkan varietas sayur baru yang tahan hama. Namun, penelitian-penilitan untuk menmperoleh varietas sayuran yang lebih baik lagi tetap perlu dilakukan.

“Misalnya tanaman kacang panjang. Walapun sudah ada penelitian yang menghasilkan varietas yang tahan virus, tetap harus meneliti karena pasti akan ada virus yang lebih kuat juga,” ujarnya.

Bank genetik sayuran ini diharapkannya  tidak hanya sebagai tempat menyimpan dan mengkoleksi sumber daya genetik sayuran Indonesia. Lebih dari itu diharapkan dapat menghasilkan benih unggulan yang bisa dimanfaatkan dan menyejahterakan petani Indonesia.

Baca Juga :  Di tangan Anak-anak, Barang Bekas Jadi Karya

Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UGM drg. Ika Dewi Ana, M.Kes., Ph.D, mengatakan, kerja sama antara UGM dan EWINDO dalam pendirian bank genetika sayuran ini, membuka lebih banyak kemungkinan untuk memperkuat tujuan bersama mewujudkan kedaulatan pangan nasional.

“Indonesia merupakan negara dengan biodiversitas terbesar ke-2 di dunia. Oleh sebab itu, sumber daya genetik Indonesia perlu diidentifikasi, dilestarikan, dan dikembangkan bersama,” jelas Ika saat menyampaikan sambutannya.

Melalui bank genetik sayuran ini, UGM bersama EWINDO bekerjasama dalam melaksanakan upaya pelestarian sumber daya genetik Indonesia. Hal itu dilakukan lewat tiga sektor utama yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Peresmian Bank Genetik Sayuran di Berbah. (Surya Mega/koranbernas.id)

UGM  tidak hanya menyiapkan mahasiswanya untuk bisa berpartisipasi menjadi lulusan unggul dan tanguh yang siang bekerja di sektor pertanian. Namun lewat kegiatan penelitian mahasiswa dan peneiliti UGM juga melakukan identifikasi untuk pembuatan paspor berbagai sumber genetika sayuran nasional guna penyusunan big data sumber daya genetika Indonesia.

Selain itu mengembangkan kualitas benih yang lebih unggul serta tahan penyakit.

“Setiap tahunnya kita mengirimkan sekitar 8 ribu mahasiswa KKN di seluruh penjuru Nusantara. Sebagian mahasiswa KKN ini akan mengambil dan mengoleksi benih sayur-sayuran,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ini Alasan DIPA Diserahkan Lebih Awal

Dia berharap dengan adanya fasilitas ini, nantinya dapat memberikan manfaat tidak bagi kalangan akademisi dan peneliti, serta masyarakat secara luas. Bahkan diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia dan mewujudkan kedaulatan pangan nasional.

Disebutkan, bank genetik sayuran ini merupakan bank plasma nutfah sayuran pertama yang beroperasi di Indonesia. Dilengkapi dengan sejumlah fasilitas ruang penyimpanan benih berukuran 8×12 m², ruang pengujian benih berukuran 3×6 m², ruang preparasi benih, ruang penerimaan data, ruang pengeringan benih, serta 3 unit screen house nursery masing-masing berukuran 15×18 m² untuk tanaman kacang panjang, cabai, dan mentimun.

Saat ini bank genetik sayuran telah memiliki koleksi sumber daya genetik tanaman sayuran sebanyak meliputi 202 aksesi. Jumlah tersebut meliputi cabai sebanyak 62 aksesi, tomat 12 aksesi, terong 16 aksesi, kacang panjang 30 aksesi, mentimun 25 aksesi.

Berikutnya, melon dan mentimun suri 27 aksesi, buncis 21 aksesi, serta jagung manis dan pulut 9 aksesi. Sumber plasma nutfah tersebut diantaranya merupkan hibah dari koleksi yang dimiliki EWINDO.

Keberadaan sumber daya genetik yang ada di bank genetik sayuran ini nantinya dapat dimanfaatkan oleh berbagai kalangan untuk keperluan memperoleh kultivar unggul yang dapat menopang kedaulatan pangan. (SM)