UGM Sambut Baik Program Beasiswa Kedokteran Pemkab Purbalingga

452
Bupati Purbalingga Tasdi SH MM (kiri) memberikan cenderamata kepada Wakil Rektor UGM Bidang Kerjasama dan Alumni Dr Paripurna SH MHum LL M, Selasa (16/01/2018). (prasetiyo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Ini kabar gembira bagi siswa Klas XII SMA  di Purbalingga yang akan melanjutkan ke Fakultas Kedokteran UGM dan Unsoed Purwokerto pada tahun akademik 2018/2019.

Bupati Purbalingga H Tasdi SH MM bersama sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Selasa (16/01/2018) bertemu Wakil Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Pertemuan untuk membahas kerja sama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga dengan UGM terkait rencana program pemberian beasiswa kedokteran oleh Pemkab Purbalingga.

“Saya kira Purbalingga perlu mendapatkan prioritas untuk dibantu oleh UGM. Apalagi Pak Bupati (Tasdi-red) memiliki program yang bagus terkait pemenuhan tenaga dokter di wilayahnya,” ujar Dr Paripurna SH MHum LL M, Wakil Rektor UGM Bidang Kerjasama dan Alumni usai menerima Bupati Tasdi di ruang Rektor UGM.

Menurut Paripurna, program Pemkab Purbalingga dapat dilakukan melalui jalur penerimaan mahasiswa secara reguler maupun melalui jalur kemitraan. Khusus untuk program studi (prodi) kedokteran, calon mahasiswa harus memenuhi persyaratan yang ditentukan dan dapat bersaing dengan ribuan calon lainnya.

Baca Juga :  Kesejahteraan Guru Perlu Dipikirkan

“Kami akan tindaklanjuti dengan mengadakan Memorandum of Understanding (MoU) antara Bupati Purbalingga dengan rektor. Nantinya bisa ditempuh kemitraan-kemitraan yang bisa memungkinkan putra-putra Purbalingga lebih banyak belajar di UGM,” jelasnya.

Bupati Purbalingga H Tasdi SH MM menuturkan mulai 2018 Pemkab Purbalingga memprogramkan pemberian beasiswa bagi 36 warga Purbalingga lulusan SMA untuk melanjutkan kuliah di Fakultas Kedokteran.

Kuota beasiswa sebanyak 36 itu terdiri dari calon penerima dari keluarga kurang mampu sebanyak 18 orang dan dari umum juga 18 orang. Setelah menyelesaikan studi, mereka akan ditempatkan sebagai dokter di wilayahnya masing-masing.

“Harapannya dalam 5 sampai 10 tahun mendatang setiap desa di Purbalingga terdapat satu dokter atau one village one doctor tercapai,” katanya.

Kepada pihak UGM Bupati juga mengungkapkan, progam beasiswa kedokteran selain untuk mengatasi kekurangan tenaga dokter di Purbalingga, juga menjadi investasi jangka panjang pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) bidang kesehatan.

Baca Juga :  Masih Transaksi Pakai Uang Tunai? Tak Perlu Khawatir

“IPM (Indek Pembangunan Manusia) Purbalingga masih berada di posisi 27 dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Kita berharap program ini menjadi salah satu solusi meningkatkan IPM,” jelasnya.

Program tersebut, lanjut bupati, juga untuk mengimbangi upaya peningkatan mutu prasarana kesehatan di kabupaten Purbalingga seperti RSUD dan Puskesmas.

Selain menjalin kerja sama dengan UGM, pemkab juga akan bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Unsoed Purwokerto. Rencananya, UGM untuk menyalurkan program beasiswa dari kalangan umum dan Unsoed untuk program beasiswa warga kurang mampu.

Di UGM, Bupati Tasdi didampingi Asisten Pemerintahan Sekda Drs Agus Winarno MSi, Direktur RSUD Goenteng Tarunadibrata dr Nonot Mulyono M Kes, Kepala Dinas Kesehatan drg Hanung Wikantono MPPM, Kepala Dinkominfo Drs Sridadi MM, Sekretaris Bapelitbangda Siswanto SPt MSi,  Kepala Bagian Otonomi Daerah Drs Budi Susetyono MPA dan Kepala Bagian Kesra Priyo Satmoko SH MH. (sol)