UIN Suka Diskriminatif !

170
Menristekdikti Mohammad Nasir (Yvestaputu/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Semakin banyak pihak berkomentar terkait keputusan UIN Sunan Kalijaga (suka) yang melarang mahasiswinya bercadar. Kali ini Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (menristekdikti) yang berpendapat kebijakan yang dikeluarkan Rektor UIN Suka dengan alasan antisipasi bibit radikalisme itu bukan solusi namun justru sebagai bentuk diskriminasi.

“Ini dikriminasi, tidak boleh dilakukan pada warga negara Indonesia, baik suku, agama maupun gendernya,” ungkap Nasir dalam Rakerda Kopertis Wilayah XIV Papua di H
Indoluxe Hotel, Rabu (07/03/2018).

Namun Kemenristekdikti, menurut Nasir tidak bisa melarang pemberlakukan kebijakan UIN Suka. Sebab kampus tersebut dibawah Kementrian Agama, bukan Kemenristekdikti.

Kemenristekdikti hanya mengatur kebijakan akademik dan pembelajaran. Masalah pakaian atau kepantasan merupakan tanggungjawab perguruan tinggi yang bersangkutan.

Baca Juga :  POR Optimalisasi Kinerja Pegawai

Terkait penggunaan cadar sebagai salah satu bibit radikalisme, Nasir beranggapan hal itu merupakan dua hal yang berbeda. Penggunaan cadar tidak bisa jadi indikator pemakainya merupakan kaum radikal.

“Kalau tentang cadar dianggap menimbulkan radikalisme, itu beda,” imbuhnya. (yve)